Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Lagi, Puluhan Gepeng Asal Karangasem Dipulangkan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Persoalan Gepeng di Karangasem seperti tak ada akhirnya, meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah namun tetap saja kembali ditemukan puluhan gepeng asal Karangasem yang berkeliaran di luar Kabupaten.
Seperti yang terpantau, Jumat (22/4/2022) puluhan gepeng asal Karangasem dikembalikan dari wilayah Denpasar dan diserahkan kepada Dinas Sosial Karangasem.
"Ya kemarin tiba 13 orang, hari ini ada lagi yang dikembalikan sebanyak 23 orang, total ada 36 orang dan sudah kita antar ke Desanya masing - masing," ujar Sekretaris Dinas Sosial Karangasem, Ni Ketut Rai.
Menurut Rai, berbagai upaya seperti memberikan bimbingan dan pelatihan serta bantuan modal baik melalui anggaran pusat maupun APBD pernah dilakukan. Bahkan hingga kini pembinaan secara langsung juga telah dilakukan, namun tetap saja mereka kembali lagi keluar untuk menjadi Gepeng.
"Dibilang tidak ada pekerjaan, sebenarnya di wilayah mereka ada potensi, hanya saja mereka lebih memilih untuk keluar menjadi gepeng," ungkap Rai.
Ia berpendapat, beberapa daerah di Bali sudah menerapkan aturan agar tidak memberikan uang kepada gepeng, kemungkinan dengan cara itu mereka akan berhenti menjadi Gepeng.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2010 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1859 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1545 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1351 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan