Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Polisi Menyerahkan Jenazah Seorang Ibu, Menggunakan Kardus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satu keluarga Adelaide dipaksa untuk membawa pulang jenazah ibu mereka dalam sebuah kotak kardus setelah penyelidikan atas kematian misteriusnya pada tahun 2017 ditunda karena penyelidikan polisi yang "buruk" di Malaysia.
Anna Jenkins, saat itu berusia 65 tahun, juga dikenal dengan nama Annapuranee, hilang di Penang pada Desember 2017 saat dalam perjalanan bersama suaminya, Frank Jenkins, untuk mengunjungi ibunya.
Pencarian untuk mengetahui apa yang terjadi pada Anna Jenkins telah dipimpin hampir seluruhnya oleh keluarganya sendiri setelah putranya, Greg Jenkins, menemukan barang-barang dan sisa-sisa kerangkanya di lokasi pembangunan pada tahun 2020.
Hari ini, Greg Jenkins mendarat di Bandara Adelaide membawa kargo berisi jenazah dan bertemu dengan saudara perempuannya, Jennifer Bowen. Mereka menyalahkan pihak berwenang Malaysia karena tidak bisa membawa ibunya pulang hidup-hidup.
"Secara pribadi, kami menganggap mereka bertanggung jawab karena tidak menemukan ibu. Jika mereka mengikuti prosedur, kami mungkin tidak membawa pulang ibu dalam kotak ini. Dia akan berjalan pulang bersama kami," kata Greg Jenkins.
Dia mengatakan setelah pemeriksaan koronal ditunda, polisi menyerahkan jenazah ibunya sebelum dia meminta mereka untuk memasukkannya ke dalam kantong plastik tertutup supaya lebih terlindung.
Greg Jenkins mengatakan polisi menjawab bahwa itu "bukan tugas mereka", dan mereka menyarankan Greg untuk mematahkan tulang ibunya agar muat ke dalam stoples.
"Saya merasa itu sangat menjijikkan dan tidak menunjukkan empati," katanya.
"Mereka menemukan sebuah kotak kardus untuk menaruh ibu dan kemudian menyerahkannya. Saya agak mati rasa saat mengambilnya dan hanya ingin pulang," ucapnya.
Keluarga Jenkins telah mendesak investigasi penuh oleh polisi dan pemeriksaan koroner atas kematian ibu mereka sejak dia menghilang.
Mereka percaya dia dibunuh, dan sekarang akan mendapatkan tes DNA untuk memastikan sisa-sisa kerangka itu milik Anna Jenkins.
SA Best MLC Frank Pangallo mengatakan dia telah menghubungi Petugas Forensik dan koroner negara bagian Australia Selatan untuk melakukan penyelidikan resmi atas kematiannya.
"Saya tidak terlalu percaya pada sistem Malaysia," kata Pangallo. "Kita perlu memastikan bahwa jenazah yang dikembalikan adalah milik Anna Jenkins."
Putrinya, Jennifer Bowen, ada di sana untuk menemui kakaknya ketika dia tiba di Bandara Adelaide pada Selasa pagi.
"Sangat sulit membawa pulang ibu dengan cara yang seperti ini. Cara yang harus dilakukan Greg yang malang. Ini tidak benar," katanya.
Bowen mengatakan saudara itu adalah pahlawan bagi keluarga mereka, tapi perjuangan mereka masih jauh dari selesai.
"Orang ini seperti memindahkan gunung," katanya.
"Memulangkan ibu ke rumah membuat hati kami sedikit damai, tapi kami tahu bahwa perjuangan masih belum berakhir," ucapnya.
Anna Jenkins terakhir kali terlihat naik Uber sepulang dari dokter gigi di Penang, menuju panti jompo ibunya di George Town, tapi dia tidak pernah berhasil tiba di sana.
Namun, tidak sampai tiga hari diproses, pemeriksaan yang diadakan di Penang ditunda hingga Juni karena kurangnya bukti dari polisi setempat.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2010 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1859 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1545 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1351 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan