Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Rara Pawang Hujan Mandalika Disebut Jelang MotoGP Portugal
Cuaca tidak Menentu
BERITABALI.COM, NTB.
Nama Raden Roro Istiati Wulandari alias Rara pawang hujan dibawa-bawa jelang MotoGP Portugal 2022, Minggu (24/4).
Rara pernah menjadi sorotan dunia karena aksinya sebagai pawang hujan di MotoGP Mandalika Maret 2022. Namanya kemudian kembali diperbincangkan karena cuaca yang tak menentu di rangkaian latihan bebas MotoGP Portugal.
“Oke, cukup sudah. Di mana kamu, Raden Roro Istiati Wulandari? Kami membutuhkanmu di @AIAPortimao. Ya, kali ini hujan lagi,” tulis seorang jurnalis MotoGP dengan akun @NikiKovacs.
Rara pernah menjadi fenomena karena aksinya sebagai pawang hujan di MotoGP Mandalika 2022. Namanya sempat viral dan jadi perbincangan di media-media lokal maupun internasional.
Unggahan Kovacs yang juga menyertakan foto Rara mengundang reaksi beragam dari netizen. Kolom komentar unggahan tersebut juga didominasi warganet Indonesia.
Dengan telanjang kaki menggunakan mangkuk emas sambil merapal doa di area pit lane, Rara menjadi sorotan penonton yang tersebar di tribune Sirkuit Mandalika.
Banyak orang menilai pekerjaannya sebagai pawang hujan berhasil, namun tak sedikit pula yang mengkritik keberadaan Rara di panggung MotoGP Mandalika.
Kendati demikian, Rara tetaplah sosok fenomenal. Sebagian orang menganggapnya sebagai hiburan sekaligus menjadi bagian keunikan MotoGP Mandalika 2022. (sumber:cnnindonesia)
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1993 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1836 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1528 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1316 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan