Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
AS Bantu Ukraina Tembak Pesawat Rusia Yang Bawa Pasukan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan memberi Ukraina data intelijen yang digunakan untuk menembak jatuh sebuah pesawat Rusia yang membawa ratusan tentara pada awal-awal perang. Selain itu, intelijen AS juga memberi tahu tentang di mana dan kapan rudal dan bom Rusia akan ditembakkan sehingga memungkinkan Ukraina untuk memindahkan pesawatnya keluar dari jalur serangan.
Hal itu diungkapkan pejabat AS yang saat ini masih menjabat dan mantan pejabat kepada NBC News. Informasi real-time membantu Ukraina dalam mendorong kembali serangan Rusia di bandara utama dekat ibukota Kiev.
Para pejabat AS mengatakan pembagian data intelijen itu besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk negara yang bukan mitra NATO. Intelijen bersama memainkan peran penting di Ukraina yang berhasil melawan serangan Rusia ke Kiev dan daerah sekitarnya, dan mundur dari serangan itu.
"Sejak awal, kami sangat condong ke depan dalam berbagi intelijen strategis dan dapat ditindaklanjuti dengan Ukraina," seorang pejabat AS menjelaskan tentang masalah tersebut.
“Ini berdampak baik pada tingkat taktis dan strategis. Ada contoh di mana Anda bisa menceritakan kisah yang cukup jelas bahwa ini membuat perbedaan besar," imbuhnya.
Seorang mantan pejabat intelijen senior yang tidak disebutkan namanya dengan pengetahuan tentang masalah ini mengatakan bahwa telah banyak intelijen real-time yang dibagikan dalam hal hal-hal yang dapat digunakan untuk penargetan khusus pasukan Rusia. Rinciannya termasuk gambar satelit dan di mana jenis unit Rusia tertentu yang aktif.
Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan kepada outlet berita: "Kami secara teratur memberikan intelijen yang terperinci dan tepat waktu kepada Ukraina di medan perang untuk membantu mereka mempertahankan negara mereka dari agresi Rusia dan akan terus melakukannya."
Pada hari-hari pertama invasi Rusia ke Ukraina, pembicara pertahanan dan intelijen AS membatasi pembagian beberapa informasi yang akan membantu Ukraina melancarkan serangan terhadap pasukan Rusia. Namun, Kongres AS mendorong agar pedoman itu dihapus saat Rusia melanjutkan invasinya, menurut para pejabat.(sumber: sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1987 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1824 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1521 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1292 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan