Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Takut Berat Badan Naik? Santap Makanan Pakai Prinsip 3 J Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ancaman berat badan naik karena banyak menyantap hidangan selama lebaran tentu menjadi momok bagi sejumlah orang. Dokter gizi pun memberikan saran bagi masyarakat yang tidak mau mengalami kenaikan berat badan.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI-Jakarta (PDGKI-Jaya) dr. Ida Gunawan. Prinsip 3J bisa diterapkan saat menyantap hidangan, demi mencegah berat badan naik dan masalah pencernaan.
Adapun prinsip 3 J merupakan jumlah, jadwal makan dan jenis makanan. Dari sisi jumlah, orang-orang disarankan mengonsumsi sesuai kebutuhan, yang salah satunya bisa berpatokan pada kebiasaan sehari-hari, meski sedang Lebaran.
"Contoh, kalau pagi sarapannya semangkuk bubur, saat Lebaran tetap sarapan satu mangkuk misalnya ketupat (ditambah lauk pauk)," jelas Ida Gunawan kepada Antara, Minggu (1/5/2022).
Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi yang berpraktik di RS Pondok Indah - Puri Indah itu melanjutkan, langkah selanjutnya adalah makan sesuai jadwaL.
Makan sesuai jadwal yakni tiga jam sekali, dengan aturan tiga kali makan utama dan tiga kali camilan atau makanan selingan, semisal kue-kue kering maupun basah.
"Tiga jam lagi (setelah sarapan) kita bisa makan siang, sudah tidak usah ketupat. Kita mencoba menu makanan lainnya dan seterusnya. Dengan demikian, pola gizi seimbang tetap bisa terjaga dan berat badan tidak akan naik," kata Ida.
Ida mengingatkan agar orang-orang tidak makan dalam jumlah berlebihan dan memaksa diri menyantap semua hidangan tersedia saat Lebaran. Pasalnya, hal itu bisa memunculkan masalah pencernaan.
"Jenis makanan yang dikonsumsi berlebihan contoh gorengan berlebihan, menu dengan lemak tinggi berlebihan, makan manis-manis berlebihan. Semuanya akan membawa pada kondisi masalah pencernaan," imbuhnya.
Terkait santan, Ida menyarankan agar orang tidak menambahkan banyak santan ke dalam piring makanan. Pada menu rendang misalnya, orang bisa mengambil daging rendang tanpa harus berlebihan mengambil bumbunya.
Begitu pula halnya dengan sayuran dengan kuah santan. Ia menyarankan agar sayuran saja yang diambil untuk dimakan, tidak perlu menambahkan santannya.
"Kita jangan menambahkan santan ke dalam menu makanan kita, jadi cukup sayuran saja yang diambil yang pasti di situ sudah menempel yang namanya kuah-kuah santannya," ujarnya.
"Cukup dimakan sayurannya saja bersama ketupatnya atau bersama rendangnya, tetapi dagingnya saja. Bumbu rendangnya hanya sudah tercampur saja," lanjut Ida.
Oleh karena itu, agar tak mengalami masalah pencernaan sekaligus berat badan naik usai menyantap hidangan Lebaran, orang-orang perlu menerapkan pola gizi seimbang dengan mengatur jumlah, jenis dan jadwal makannya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4225 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1974 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1804 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1507 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1164 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan