Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Usai Lebaran Harga Pangan Berangsur Turun, Migor Mulai Stabil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seusai perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah, 2 Mei 2022, sejumlah harga pangan di pasar tradisional di DKI Jakarta terpantau mulai berangsur turun. Sebelumnya, menjelang lebaran, harga-harga kebutuhan pkok itu naik tinggi.
Mengutip data Informasi Pangan Jakarta, Kamis (5/5/2022) sejumlah harga bahan pokok terlihat mulai turun seperti halnya harga daging sapi has yang saat ini dibandrol Rp154.062 per kilogram dari yang sebelumnya tembus Rp160 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan harga daging ayam yang saat ini dijual Rp41 ribu per ekor dari sebelumnya Rp45 ribu per ekor.
Sementara itu harga minyak goreng jugaga mulai stabil diangka Rp19 ribu per liter. Harga cabai merah keriting juga turun menjadi Rp47 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit juga tampak turun signifikan sebesar Rp4.000 di mana saat ini harganya Rp42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp46 ribu per kilogram.
Meski begitu sejumlah komoditas lainnya tampak mengalami kenaikan semisal, beras muncul yang naik menjadi Rp12.857 per kilogram dari sebelumnya Rp12.500.
Untuk beras IR 42 juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12.166 per kilogram menjadi Rp12.269 per kilogram.
Untuk telur juga mengalami kenaikan harga dari menjadi Rp27.375 per kilogram. Bawang putih naik menjadi Rp34.833 per kilogram.
Sebelumnya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengingatkan kepada pemerintah dimana masuk pada fase ketiga Pasca idul fitri. Beberapa komuditas akan mengalami kenaikan.
"Ini adalah momentum di mana pemerintah harus mempersiapkan diri. Untuk mempersiapkan komunitas-komunitas yang akan di serbu masyarakat pasca idul fitri," kata Muhammad Ainun Najib Kabid Informasi DPP Ikappi.
Ikappi meminta kepada pemerintah untuk tetap melakukan pemantauan distribusi walaupun ramadhan berakhir.
Pasca idul fitri biasanya kendala terjadi pada rantai distribusi, banyak yang libur sehingga pasokan distribusi terhambat.
"Kami berharap ini menjadi catatan pemerintah karena biasanya pada tiap tahun terjadi kalalaian pada distribusi sehingga pasokan terhambat. Kita harapkan setelah fase ke 3 pasca idul fitri nanti dapat mendorong komuditas agar kembali pulih seperti semula.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1960 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1785 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1494 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1110 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan