Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Studi: Generasi Senior Cemas Gunakan Pembayaran Digital
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penelitian Kaspersky baru-baru ini menunjukkan bahwa transaksi online atau pembayaran digital dan keamanan siber sangat mempengaruhi perilaku konsumen di Asia Tenggara.
Berjudul “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC”, penelitian tersebut menemukan bahwa satu dari lima (21 persen) pengguna layanan pembayaran digital di Asia Tenggara masih mengalami kecemasan saat melakukan transaksi online.
Di antara usia-usia lain, kekhawatiran tertinggi terjadi pada kelompok tertua, Generasi bisu (Silent Generation) sebanyak 30 persen. Menariknya, kelompok "senior" ini diikuti oleh generasi termuda sebesar 27 persen.
Hampir satu dari lima (17 persen) pengguna di Asia Tenggara mengakui bahwa mereka lebih suka membayar dengan uang tunai. Generasi tertua mencatat persentase tertinggi (20 persen) di antara semua kelompok umur.
Beradaptasi dengan teknologi baru ini juga dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi Generasi Bisu. Sebanyak 20 persen dari mereka mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi keuangan online.
Sisi baiknya adalah, hampir seperempat (24 persen) dari semua responden dari Asia Tenggara menunjukkan bahwa mereka sepenuhnya mempercayai pembayaran digital.
“Orang dewasa yang lebih tua bukan berasal dari era internet. Kekhawatiran mereka dapat dimengerti dan harus dilihat sebagai tindakan pencegahan untuk melakukan kesalahan yang dapat merugikan dalam teknologi yang masih mereka pelajari untuk digunakan," jelas Sandra Lee, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
Namun, dia menambahkan, perlu dicatat bahwa sebagian besar dari mereka (26 persen) mempercayai platform pembayaran digital. Seiring mereka menyambut untuk mengadopsi perubahan, perlu didorong generasi muda untuk melangkah maju dan membantu orang lebih tua dalam merangkul teknologi.
"Kesadaran masyarakat dan pemerintah serta upaya edukasi juga merupakan indikator penting,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (7/5/2022). Mengingat preferensi mereka untuk berhati-hati saat online, tidak mengherankan bahwa generasi tertua paling menyukai efisiensi perangkat lunak antivirus.
Lebih dari tiga di antara lima (61 persen) orang dewasa berusia 55 tahun ke atas menunjukkan tingkat kepercayaan tertinggi terhadap solusi keamanan dibandingkan dengan kelompok usia lebih muda.
Sementara rata-rata, setengah dari semua generasi di Asia Tenggara (50 persen) memahami pentingnya penggunaan perangkat lunak antivirus untuk melindungi uang dan data online mereka.
Sementara, Gen Z menunjukkan kepercayaan paling rendah sebesar 46 persen, Milenial sebesar 49 persen, dan Gen X sebesar 52 persen. Hampir seperempat (20 persen) dari semua responden merasa bahwa penggunaan perangkat lunak antivirus sudah cukup.
Sebesar 17 persen responden merasa tidak yakin atau tidak mengetahui tentang bagaimana antivirus dapat membantu mereka mengurangi risiko kerugian finansial.
Secara mengkhawatirkan, masih ada sekitar 14 persen yang mengatakan bahwa perangkat lunak antivirus bukanlah alat penting, dalam memerangi ancaman dunia maya yang dapat mengancam data keuangan dan properti.
"Penjahat dunia maya memahami kebiasaan dan keadaan emosional kita, karena mereka juga manusia," ujarnya.
Terlihata bagaimana mereka menjadi semakin kreatif dalam menargetkan pengguna dengan serangan rekayasa social.
"Kami mendesak semua generasi melihat ke perspektif lebih dalam yaitu untuk melindungi perangkat mereka dengan alat yang tepat demi mengamankan tidak hanya data tetapi yang paling penting adalah uang dari hasil jerih payah mereka,” terang Lee.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4155 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1941 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1769 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1479 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan