Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Penjual Gorengan Sukses Kuliahkan Anak Jurusan Kedokteran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penjual gorengan dan masakan khas kampung Loloan, Fatahillah (63) warga Lingkungan Terusan Kelurahan Loloan Barat menggeluti usahanya sejak 12 tahun lalu.
Semua itu dilakukan demi keluarga dan anak-anak bisa sekolah. Anak putrinya kuliah jurusan kebidanan saat ini menjalani semester akhir. Sedangkan 2 putranya, satunya kuliah kedokteran tinggal menunggu diwisuda. Terakhir, putranya baru kelas 8 di SMPN 2.
Meski hanya menjual gorengan dan panganan kampung, ia mengutamakan anak-anak agar lebih tekun belajar dan sekolah agar jangan seperti kedua orang tuanya.
Anak pertama bernama Anggi Larasati kuliah di IIK (Institut Ilmu Kesehatan) STRADA Indonesia Kediri Jawa Timur. Saat ini Anggi sudah masuk semester akhir ditempuh dengan sistem pelajaran online dan bisa membantu orang tua berjualan.
"Anak kedua laki-laki, Muhammad Alfarizi kuliah jurusan kedokteran umum di UIN (Universitas Islam Negeri) Malang tinggal menunggu hasil wisuda. Bahkan tak sedikit butuh biaya pada saat kuliah," katanya.
"Awalnya biaya yang ditempuh Rp22 juta per semester. Sedangkan Anggi perlu biaya Rp8 juta per semester. Saat itu biaya masuk Anggi Rp35 juta dan Alfarizi tanpa biaya karena menempuh kuliah jalur undangan dengan dengan segudang prestasi yang diraih," ujarnya.
Ia bersyukur anaknya Muhammad Alfarizi saat itu diminta sumbangan biaya gedung hanya bisa membayar Rp15 juta. Itupun, katanya, termasuk infaq sumbangan karena tak mampu melebihi dari biaya dari yang lain.
"Istri saya Mahmuda (48) justru sangat tak inginkan anak-anak sengsara seperti dirinya. Tinggal di pondok dengan carut marut. Tak ingin anak-anak sengsara bahkan harus lebih pintar dan tempuh pendidikan lebih tinggi dan punya ilmu yang lebih maju," katanya.
Fatahillah mengungkapkan hasil jualan ia bagi 3. Tabungannya terdiri untuk biaya ibadah haji, biaya untuk sekolah anak-anak dan yang penting biaya untuk kesehatan.
Untuk ibadah, ia sudah dilakoni umroh tahun 2014 dan sudah daftar haji namun masih menunggu dari pemerintah. Ia merinci dalam jangka per tahun biaya pendidikan kurang lebih Rp125 juta untuk 3 anak sekolah.
"Dalam sehari penjualan Rp1,3 juta kadang hingga Rp1,5 juta. Untuk modal awal Rp1 juta terutama pembelian bahan mentah sepeti tepung dan termasuk minyak goreng," pungkasnya.
Intinya, menurut dia, hemat dan pandai menabung karena dengan pintar memanajemen keuangan semuanya bisa tercapai dengan baik.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4011 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1924 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1745 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1463 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1038 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan