Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Alasan KSAL Terima Penghargaan Puri di KRI Surabaya-591
BERITABALI.COM, NTB.
Wakil Gubernur Bali Prof.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengikuti pelayaran KRI Surabaya-591 yang bertolak dari Dermaga Timur Pelabuhan Benoa menuju Selat Lombok, Kamis (12/5/2022).
Dalam pelayaran tersebut, Wagub Cok Ace turut menyaksikan penganugerahan Penghargan Ksatria Padma Nusantara dianugerahkan oleh Puri Ageng Blahbatuh Gianyar kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.
Yang menarik, dalam pelayaran tersebut, KRI Surabaya-591 dikawal tiga KRI dari Komando Armada II Surabaya yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Frans Kaisiepo-368. Wagub Cok Ace menyambut baik penganugerahan penghargaan bagi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.
Menurutnya, pemberian penghargaan merupakan wujud apresiasi terhadap kerja keras jajaran TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia.
Sementara itu, KSAL Yudo Margono menyampaikan perasaannya yang campur aduk karena terpilih sebagai penerima penghargaan istimewa ini.
Ia mengaku bersyukur, haru, bangga dan terhormat mendapatkan gelar Ksatria Padma Nusantara dari Puri Ageng Blahbatuh. Sebab, penghargaan tersebut tidak hanya diberikan oleh kerajaan tertua dan terbesar di Bali, tetapi oleh trah Kerajaan Majapahit.
Disebutkan olehnya, Majapahit tercatat sebagai salah satu kerajaan maritim yang puncak kejayaannya sulit ditandingi oleh kerajaan lain di nusantara maupun di dunia.
"Kita tahu bahwa panglingsir Puri Ageng Blahbatuh ini adalah Anak Agung Ngurah Kakarsana dari trah Jelantik. Leluhur beliau adalah sosok panglima perang dari dinasti Shri Kesari Warmadewa," ujarnya.
Yudo Margono memilih untuk menggelar acara penganugerahan penghargaan di atas kapal perang saat tengah berlayar di tengah laut. Ia beralasan, penghargaan ini diberikan atas dasar keberhasilan menyatukan wilayah laut Indonesia.
Yodu Margono berpendapat, laut bukanlah pemisah, tetapi justru sebagai penyatu pulau-pulau di Indonesia.
"Jadi laut Indonesia ini bukan sebagai pemisah, tapi sebagai pemersatu, sehingga alangkah pasnya kalau kita laksanakan penyematan Penghargaan Ksatria Padma Nusantara di atas kapal perang,” ungkapnya.
Ia bertekad menjadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus menjaga wilayah perairan Indonesia.
“Jadi saya mengucap terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, memberikan amanat kepada saya untuk memimpin angkatan laut ini khususnya, sehingga dengan support yang ada,tentunya kami siap melaksanakan tugas dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan, pemberian penghargaan Ksatria Padma Nusantara kepada KSAL karena pihaknya yakin Yudo Margono memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menyatukan pulau-pulau di Nusantara seperti Mahapatih Gajahmada.
Penganugerahan penghargaan ditandai dengan penyematan pin emas oleh Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Kakarsana disaksikan Ida Pedanda Putra Kekeran, Panglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semarapura dan Wagub Cok Ace. Rangkaian acara juga diisi dengan tabur bunga dan penyerahan bantuan sembako kepada nelayan di Pelabuhan Benoa.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3897 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1914 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1741 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1460 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1034 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan