Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Rusia Dilaporkan Pakai Bom Fosfor Gempur Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia disebut-sebut menggunakan bom fosfor dan bom tandan di Ukraina. Hal tersebut diungkap Dinas Keamanan Ukraina saat menyadap percakapan militer Rusia.
"Ya, mereka masih menunggu Volodka [Presiden Rusia Vladimir Putin] untuk menguasai ini semua, dia akan menarik pasukan dan senjata 'Topol' di sini," kata tentara Rusia dalam rekaman hasil sadapan itu dikutip Ukrainska Pravda pada akhir pekan lalu.
"Dan ya, Anda lihat, segalanya dilarang oleh konvensi hukum internasional: bom tandan, fosfor, kami mengijinkan semuanya, kami membiarkan semuanya dikerahkan," demikian lanjut pernyataan dalam rekaman itu.
Baik bom tandan maupun fosfor merupakan jenis senjata yang berbahaya, tak manusiawi dan dilarang secara hukum internasional. Namun, Rusia terus menggunakannya dan abai terhadap aturan yang berlaku dengan terus menghancurkan Ukraina sesegera mungkin.
Sejak 2014, Badan Keamanan Ukraina telah berulang kali mencatat penggunaan senjata terlarang oleh Rusia di area Zona Operasi Anti-teror atau Operasi Pasukan Bersama.
Sejak mulai menginvasi Ukraina, Barat menuding Rusia terus melakukan kejahatan perang. Tindakan-tindakan mereka tak luput dari rekaman Dinas Keamanan Ukraina.
Penyadapan data yang dikumpulkan badan itu akan dimasukkan sebagai bahan di pengadilan internasional. Sehingga, Rusia diharapkan tak bisa lolos dari hukuman.
Sebelumnya, Rusia dilaporkan meluncurkan bom fosfor di pabrik baja Azovstal, Mariupol pada Minggu (15/5). Dalam sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tiba-tiba rudal Rusia menghantam bangunan pabrik baja itu.
Sejak pertama invasi, Mariupol menjadi salah satu kota yang dikepung pasukan Rusia. Di kota ini serangan dan pertempuran juga terus terjadi. Selain itu, kondisi warga sipil di Mariupol jauh dari kata manusiawi.
Mereka tak bisa mengakses air, obat-obatan, makanan bahkan menghirup udara secara normal. Sejumlah negara termasuk organisasi internasional ramai-ramai mendorong agar evakuasi segera dilakukan untuk menyelamatkan penduduk.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1424 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung