Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Rakyat Korea Utara Lawan Corona dengan Minuman Teh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dalam kunjungan baru-baru ini ke sebuah toko obat, Kim Jong Un, yang mengenakan masker ganda, menyesalkan pengiriman obat yang lambat. Secara terpisah, para pembantu pemimpin Korea Utara itu telah mengkarantina ratusan ribu pasien yang diduga terjangkit COVID-19 dan mendesak orang-orang yang bergejala ringan untuk minum teh daun willow atau honeysuckle (sejenis tanaman rambat beraroma harum).
Terlepas dari propaganda yang Korea Utara gambarkan sebagai upaya habis-habisan, ketakutan terlihat jelas di antara para warga negara tersebut, demikian informasi yang disampaikan oleh para pembelot negara tersbeut yang bermukim di Korea Selatan. Para pembelot tersebut memiliki kontak di Korea Utara.
Sementara itu, para pengamat asing khawatir wabah itu mungkin bisa menjadi jauh lebih buruk, karena sebagian besar penduduk yang miskin dan tidak divaksinasi dibiarkan tanpa perawatan rumah sakit yang memadai dan kesulitan membeli obat-obatan sederhana sekalipun.
“Warga Korea Utara tahu begitu banyak orang di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19. Jadi mereka takut sebagian dari mereka juga bisa meninggal,” kata Kang Mi-jin, seorang pembelot Korea Utara, mengutip pembicaraan teleponnya dengan seorang kontak di Kota Hyesan.
Dia mengatakan orang yang berkecukupan membeli obat tradisional untuk mengatasi kecemasan mereka.
Sejak mengakui apa yang disebutnya wabah COVID-19 domestik pertamanya seminggu lalu, tanggapan pandemi Korea Utara tampaknya sebagian besar berfokus pada upaya mengisolasi pasien yang dicurigai.
Para pengamat mengatakan bahwa mungkin hanya langkah seperti itu yang benar-benar dapat dilakukan oleh Korea Utara yang kekurangan vaksin, pil antivirus, unit perawatan intensif, dan aset medis lainnya di mana aset-aset tersebut telah berhasil menyelamatkan jutaan orang yang menderita COVID-19 di negara-negara lain.
Otoritas kesehatan Korea Utara mengatakan pada Kamis (19/5) bahwa demam yang menyebar cepat telah menewaskan 63 orang dan membuat sekitar dua juta orang lainnya jatuh sakit sejak akhir April.
Sementara itu, sekitar 740.000 orang kini masih menjalani karantina. Banyak pakar asing percaya skala wabah yang sesungguhnya tidak dilaporkan untuk mencegah kekeruhan publik yang dapat merugikan kepemimpinan Kim.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1479 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1242 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 694 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung