Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
GPDRR di Bali, TNI Kerahkan Pasukan Kontra Sniper
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertemuan internasional GPDRR (Global Platform for Disaster Risk Reduction) ke-7 di Bali bakal digelar pada 23-28 Mei 2022.
Ribuan tamu dari delegasi negara asing dipastikan akan hadir, termasuk dua tamu VVIP yakni Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Zambia.
Dalam beberapa hari terakhir pantauan di Bali, dari unsur kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, hingga Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) gencar melakukan berbagai persiapan.
Sebagaimana disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto selaku Pangkogasgabpad (Panglima Komando Pasukan Gabungan Terpadu) GPDRR ke-7 di Bali dalam apel gelar pasukan di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (21/5/2022) menyebut akan hadir 4 ribu delegasi.
“GPDRR nanti ada dua tamu VVIP, Presiden Jokowi dan Wapres Zambia 34 VIP dan sekitar 4.000 delegasi hadir ke Bali,” kata Mayjen Sonny.
TNI mengerahkan sejumlah pasukan kontra sniper untuk menghalau pihak-pihak lawan yang memberikan ancaman dalam momentum GPDRR ke-7.
Selain itu, kata Pangdam, untuk pengamanan khusus VVIP dan Satgas Evakuasi Bencana berjumlah 2.800 personel.
"Kami ada pasukan namanya pasukan kontra sniper untuk mengantisipasi ada pihak-pihak lawan yang menggunakan sniper sebagai bagian dari pengamanan, kontra sniper nanti tergantung kebutuhan bagaimana situasi di lapangan secara taktis perlu kami tempatkan kami tempatkan di sana,” paparnya.
Pangdam IX/Udayana mengecek seluruh personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur seperi TNI, Polri, Basarnas, BPBD, apparat pemerintahan lain hingga unsur kearifan lokal pecalang beserta kendaraan operasional masing-masing instansi yang terlibat.
Sekitar 5.000 peserta dari 193 negara bakal menghadiri event dua tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membahas pengurangan resiko bencana dunia itu. Kata Pangdam, dalam memberikan pengamanan VVIP tidak ada kata rutinitas.
“Pengamanan VVIP tidak boleh seperti rutinitas karena ancaman selalu berbeda-beda, harus selalu menjadi operasi baru," ujar dia.
Pangdam bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, terus bersinergi karena TNI menjadi leading sector VVIP TNI memiliki tugas pokok melaksanakan operasi pengamanan presiden, wapres dan tamu negara setingkat kepala negara serta menyiapkan evakuasi GPDRR apabila terjadi bencana alam.
Sedangkan Polri sektor VIP dalam pengamanan GPDRR, konferensi ini menjadi kehormatan sekaligus kepercayaan dunia internasional yang harus dijunjung tinggi dengan menjaga kondusifitas seluruh rangkaian.
"Yang saya tekankan, harus menangkal kerawanan, beberapa penekanan memahami dan menguasai PAM VVIP, disiplin dan memahami rantai komando yang efektif dan efisien, koordinasi optimal dan jangan ragu dalam bertindak, peka dan jangan lengah, mencermati perkembangan situasi, menjaga nama baik satuan dan harmonis, memahami faktor keamanan dan protokol kesehatan," pungkasnya. (sumber:Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1478 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 693 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung