Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pergi ke Rusia-Ukraina, Jokowi Dinilai Layak Dapat Nobel Perdamaian
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai layak mendapatkan Nobel Pedamaian dunia setelah lawatannya ke Rusia dan Ukraina. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi membawa pesan perdamaian agar kedua negara dapat segera menghentikan peperangan.
Direktur Maritime Strategic Center Muhammad Sutisna mengatakan komitmen perdamaian begitu serius ditunjukkan Jokowi dalam kunjungannya ke kedua negara. Upaya nyata yang telah dilakukan dapat dijadikan pemantik terciptanya perdamaian.
Bahkan, menurut dia, langkah tersebut bisa menjadi sebuah inspirasi khususnya bagi semua kepala negara-negara di dunia. Karena itu dia menilai Jokowi begitu layak mendapatkan Nobel Perdamaian dunia.
"Indonesia bisa menjadi bagian dari dunia yang mendorong terjadinya perdamaian tersebut. Sehingga atas usahanya inilah Presiden Jokowi layak mendapatkan Nobel Perdamaian," terang Sutisna dalam keterangannya di Jakarta.
Dia menuturkan kerja keras Jokowi menemui Presiden Zelensky dan Presiden Putin dapat dilihat sebagai sebuah ikhtiar. Usaha konkret untuk meredam konflik dan mendamaikan ketegangan di antara keduanya.
Dia memaparkan, Nobel Perdamaian sejatinya diperuntukkan bagi individu maupun lembaga yang telah membantu menjaga persaudaraan antar bangsa. Serta mampu membantu menghapus penggunaan senjata sebagai kampanye kongres perdamaian.
"Berkaca pada syarat mendapatkan Nobel Perdamaian, Presiden Jokowi sudah masuk dalam kriteria. Atas usahanya sebagai Kepala Negara menjadi Katalisator Perdamaian di antara dua negara yang sedang berkonflik," terang Sutisna.
Terlebih lagi, dia menyebut, konflik antara Rusia dan Ukraina telah banyak menimbulkan korban akibat perang berkepanjangan. Korban yang tidak hanya dari tentara namun juga masyarakat sipil biasa.
"Perjalanan Pak Jokowi, bukanlah tanpa alasan. Ketika peperangan membuat dunia semakin tidak stabil akibat pandemi ditambah lagi dengan adanya perang," ungkap Sutisna.
Baca juga:
Ini Kata Putin soal G20 Bali di Depan Jokowi
Penghargaan Nobel Perdamaian adalah salah satu dari lima Penghargaan Nobel yang dibuat oleh industrialis, penemu dan produsen persenjataan Alfred Nobel.
Beberapa yang pernah mendapat Nobel Perdamaian adalah Bunda Teresa, Dalai Lama, Aung San Suu Kyi, dan Nelson Mandela.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun