Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pelabuhan Pengambengan Jembrana Kantongi Dana Rp888 Miliar, Jadi Terbesar se-Indonesia
beritabali/ist/Pelabuhan Pengambengan Jembrana Kantongi Dana Rp888 Miliar, Jadi Terbesar se-Indonesia.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelabuhan Pengambengan, Negara, Jembrana akan ditargetkan rampung pada tahun 2026 sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia dari sisi pendanaan sebesar Rp888 miliar dan luas lahan dengan total 70 hektare.
Pelabuhan yang dirancang sebagai pengalihan dari Pelabuhan Benoa yang kini dirancang sebagai 'Bali Marimite Tourism Hube' ini dirancang sebagai pelabuhan perikanan di Indonesia yang khusus untuk kapal penangkap ikan di laut lepas spesialis untuk jenis tuna terutama tuna sirip biru atau blue fin tuna.
Baca juga:
Pengembangan Pelabuhan Pengambengan: Estimasi Serap 55 Ribu Naker, Nilai Produksi Rp3,2 Triliun
"Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kita konstruksi, tapi sementara masih diperbolehkan. Tapi setelah konstruksi Pengambengan menjadi pelabuhan modern dan bersih Seluruh aktivitas perikanan di Benoa akan digeser. Di Benoa itu hanya cumi sama tuna nanti kita akan geser kesana," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai membuka Konferensi Badan Pangan Global (FAO) di Kuta, Badung, Senin (8/5/2023).
Sementara Kepala PPN Pengambengan Andi Mannojengi menambahkan saat ini sedang dilakukan proses analisis dampak lingkungan hidup atau amdal setelah sebelumnya disetujuinya proses pendanaan lewat bank asing Islamic Development Bank (IDB) pada Februari 2023 lalu. Kemudian, tahapan selanjutnya akan dilakukan tahapan lelang untuk konstruksi dan reklamasi seluas 57 hektar dari kondisi saat ini yang baru 13 hektar.
"Anggaran pemindahan dari Benoa ke Pengambengan diperkirakan memerlukan Rp888 miliar, paling cepat rampung pada 2026, karena luas saat ini baru 13 hektar dan akan menjadi 70 hektar dengan kapasitas dua kali dari Pelabuhan Benoa," jelasnya.
Ia mengklaim reklamasi puluhan hektar itu tidak akan berdampak pada ekosistem laut karena sebelumnya merupakan kawasan industri perikanan. Pelabuhan Benoa yang saat ini dengan kapasitas produksi 30 ribu ton tuna per bulan diprediksi akan meningkat dua kali lipat setelah dipindah ke Pelabuhan Pengambengan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan