Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Hati-Hati, Tiga Risiko Ini Bisa Muncul Jika Nekat Bercinta Saat Haid
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hati-Hati, Tiga Risiko Ini Bisa Muncul Jika Nekat Bercinta Saat Haid
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berhubungan seks saat menstruasi menimbulkan sejumlah risiko yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan organ intim.
Seks adalah kebutuhan biologis setiap orang. Setelah menikah, seseorang boleh melakukannya dengan pasangan kapan saja selama sama-sama saling menginginkan, termasuk saat masa haid.
Pada dasarnya, tak ada larangan untuk bercinta saat menstruasi. Namun, aktivitas ini tak dianjurkan untuk dilakukan.
Dokter spesialis kulit dan kelamin Edwin Tanihaha mengatakan, pasangan harus tahu betul risiko yang bisa timbul jika tetap nekat bercinta saat haid.
"Alat kelamin kedua pasangan harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berhubungan. Namun, risiko infeksi tetap ada," kata Edwin dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Risiko berhubungan seks saat menstruasi
Gairah seksual memang bisa muncul kapan saja, bahkan saat sedang haid. Namun sebelum mencobanya, terlebih dahulu Anda perlu tahu beberapa risiko berhubungan seks saat menstruasi. Berikut di antaranya.
1. Endometriosis
Risiko endometriosis bisa dialami wanita yang sedang haid dan melakukan hubungan seks. Kata Edwin, hal ini terjadi karena darah haid yang berkumpul di dalam rahim tidak bisa keluar saat penetrasi dilakukan.
Jika dibiarkan, endometriosis bisa berkembang menjadi tumor hingga kanker. Endometriosis juga bisa meningkatkan risiko infertilitas.
2. Infeksi menular seksual
Infeksi menular seksual (IMS) memang bisa terjadi pada siapa saja yang berhubungan seks tanpa pengaman dan tidak bersih, termasuk di antaranya saat haid.
Baca juga:
Apa Saja Bahaya Hubungan Seks di Usia 'ABG'?
Dokter spesialis kandungan Ni Komang Yeni Dhana Sari bahkan melarang wanita berhubungan intim saat haid. Pasalnya, aktivitas ini bisa memicu infeksi di dalam rahim.
"Enggak boleh [seks saat menstruasi] sama sekali. Karena pada saat haid, mulut rahim itu terbuka. Takutnya ada iritasi pada daerah vagina atau ada kuman dari luar yang terdorong masuk ke vagina akibat penetrasi penis," ujar Yeni, beberapa waktu lalu.
Mengutip Medical News Today, berikut beberapa IMS yang bisa menular lewat hubungan seks:
- klamidia,
- kutil kelamin,
- gonorea,
- hepatitis B,
- herpes,
- HIV,
- infeksi virus papilloma atau HPV,
- sifilis,
- kudis dan kutu kemaluan.
3. Tetap bisa hamil
Risiko berhubungan seks saat menstruasi satu ini perlu diperhatikan pasangan yang tengah menunda kehamilan. Pasalnya, meski dilakukan saat masa haid, seks juga bisa memicu kehamilan.
Menukil Everyday Health, Anda tetap bisa hamil saat berhubungan seks kala haid. Risiko kehamilan lebih mungkin terjadi pada wanita dengan siklus haid yang lebih pendek atau sekitar 21-24 hari.
Sperma dapat bertahan hidup di vagina hingga lima hari. Kehamilan bisa saja terjadi jika Anda berhubungan menjelang akhir periode menstruasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4421 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2074 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1963 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1606 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1450 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan