Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
2024, Peredaran Narkoba di Bali Diprediksi Meningkat, BNNP Beber Penyebabnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peredaran narkoba pada tahun 2024 diprediksi akan meningkat tajam. Untuk itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali akan terus menggencarkan kampanye "war on drugs" sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Menurut Kepala BNNP Bali Brigjend Pol Dr. Nurhadi Yuwono bahwa tahun 2024 akan ada trend mengambil jalan singkat oleh sebagian oknum masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan menjadi pengedar atau kurir.
Peningkatan ini akibat beberapa faktor salah satunya faktor pemulihan pasca Covid-19 dan kondisi geopolitik dunia yang saat ini berpengaruh besar pada sektor ekonomi masyarakat Bali.
Apalagi dilihat dari sisi pariwisata di Pulau Bali yang sudah membaik. Namun kondisi tersebut dirasakan masih belum menentu oleh sebagian masyarakat.
Baca juga:
410 Pecandu Narkoba di Bali Sukarela Melapor untuk Rehabilitasi
"Bali masih menjadi wilayah rawan dan pasar potensial penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Peredaran tidak hanya terpusat di daerah perkotaan atau daerah tujuan wisata, namun juga di pelosok pedesaan," tegas jenderal bintang satu di pundak ini saat press release pengungkapan kasus akhir tahun, Kamis 28 Desember 2023.
Brigjen Yuwono menjelaskan, sepanjang 2023, BNN Provinsi Bali dan BNN Kabupaten jajaran telah mengungkap 51 kasus peredaran gelap narkotika dengan 54 orang tersangka. Di mana, dari jumlah tersebut, 27 orang tersangka berasal dari wilayah Bali, 22 orang berasal dari luar Bali, dan 7 tersangka merupakan warga negara asing (WNA).
"Para tersangka ini terlibat dalam jaringan narkotika baik nasional maupun internasional," bebernya.
Guna mengantisipasi hal ini, BNNP akan melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan menggelar kegiatan-kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Diantaranya olahraga Smash on Drugs International, Kompetisi Shooting Against Drugs, Gema War on Drugs yang melibatkan sebanyak 3,6 juta peserta dan memecahkan rekor MURI.
Kegiatan tersebut mampu menunjukan hasil yang positif. Karena hal itu berdampak pada rata-rata indeks ketahanan keluarga anti narkoba di wilayah Bali dengan nilai 88,265 dengan kategori tinggi, lalu rata-rata indeks ketahanan diri remaja wilayah Bali yang mendapat nilai 55,87 kategori sangat tinggi, serta rata-rata indeks kemandirian partisipasi masyarakat sebesar 3,48 dengan kategori sangat mandiri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1118 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 456 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 416 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 368 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 309 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung