Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 20 Oktober 2026
Bupati Sanjaya Nyoblos di TPS 09 Dauh Pala, Ungkap Makna Pakaian Hitam yang Dikenakan
beritabali/ist/Bupati Sanjaya Nyoblos di TPS 09 Dauh Pala, Ungkap Makna Pakaian Hitam yang Dikenakan.
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 14 Februari 2024 berpartisipasi memilih pemimpin nasional dan lokal serta wakilnya (Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif) untuk masa jabatan yang akan datang.
Tidak ketinggalan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sangat antusias menggunakan hak pilihnya di TPS 09 Banjar Adat Manusmrtti Dauh Pala - Pengabetan, Desa Dauh Peken, Tabanan, Rabu, (14/2).
Dalam suasana pagi yang cerah saat itu, Bupati Sanjaya berjalan kaki dari Rumah Dauh Pala menuju Balai Banjar Manusmrtti Dauh Pala - Pengabetan beserta Istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan kedua Anaknya. Selain Pemilihan Umum menentukan Presiden dan para Legislatif, Pemilu kali ini juga menentukan kepemimpinan legislatif atau wakil rakyat di Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota yang akan mempengaruhi pembangunan dan kebijakan di tingkat daerah.
Usai pencoblosan, melalui wawancaranya, Sanjaya sampaikan terima kasihnya kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pengamanan pelaksanaan kontestasi Pemilu tersebut mulai dari Bawaslu, aparat TNI Polri dan pihak terkait dengan harapan Pemilu ini berjalan dengan baik dan Tabanan tetap kondusif. Sanjaya yang mengenakam outfit hitam pada kesempatan tersebut sekaligus sampaikan makna dari warna pakaian yang ia kenakan.
Baca juga:
Tim Sepak Bola U-13 Tabanan Maju ke Final Piala Soeratin, Bupati Sanjaya Dorong Pendanaan
"Hitam merupakan bagian dari simbol kewibawaan, tegas. Jadi jelas, kita tidak abu-abu, kita tidak antara putih atau hitam, jelas, putih silahkan kalau hitam juga silahkan, tidak di ranah abu-abu. Tidak putih, tidak hitam jadi tegas, hitam merupakan simbul ketegasan dan kewibawaan," tegas Sanjaya.
Sanjaya yang pada saat itu beserta Istri dan anak-anaknya juga ikut menunggu nomor antrian berbaur dengan warga. Tiada beda antara pemimpin dan warga karena sejatinya tanpa rakyat maka pemimpinan seakan tanpa arti. Pesan itulah yang ingin digaungkan Pimpinan Kebanggaan Tabanan tersebut. Pemimpin harus merakyat. Apalah artinya pemimpin tanpa rakyat, pemimpin tidak akan hidup tanpa rakyat karena sejatinya pemimpin dan rakyat adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.
"Jadi kedaulatan adalah ada di tangan rakyat. Saya yakin di Tabanan, masyarakat Tabanan cerdas, bisa menentukan pilihannya dengan baik dan kalau urusan Pilpres kan pemimpin Negara, Republik Indonesia. Jadi, bagaimana rakyat cerdas memilih dan bangsa yang berbagai macam etnik dan bermacam-macam suku dan pasti yakinlah masyarakat Tabanan sangat cerdas menentukan pilihannya," imbuh Sanjaya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Tabanan
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4497 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2118 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2055 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1650 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1498 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan