Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
51 Ribu KPM di Buleleng Terima Bantuan 51 Ton Beras
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tegas terkait tidak menginginkan masyarakat terbebani dengan harga beras yang relatif naik belakangan ini, Penjabat (PJ) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyalurkan bantuan pangan kepada 51.075 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setiap KPM akan menerima 10 Kg beras sebanyak 3 kali yang akan disalurkan hingga akhir Maret 2024. Upaya ini diyakinkan akan menurunkan harga beras di pasaran dan meringankan masyarakat Kabupaten Buleleng.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan Penyaluran Cadangan Pangan Murah (CPP) Kabupaten Buleleng Tahun 2024. Dimana penyaluran pertama, dipusatkan di Kantor POS Singaraja, Sabtu (17/2). Lihadnyana memaparkan bahwa dirinya terus melancarkan strategi pengendalian harga beras. Dimulai dari memperhatikan neraca pangan yang menampilkan data ketersediaan stok beras.
Menurutnya saat ini ketersediaan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras yang tergolong ke dalam volatile food (pangan yang harganya dinamis atau tidak stabil) menurutnya harus dikendalikan harganya.
"Bobotnya terhadap perhitungan inflasi besar. sehingga ada kenaikan harga sedikit saja, itu akan mempengaruhi inflasi. oleh karena itu, pemerintah daerah berkewajiban untuk mengendalikan harga ini," paparnya.
Lihadnyana menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kerjasama dengan Badan Urusan Logistik (BULOG) untuk memasok Kabupaten Buleleng dengan 5 Ton beras setiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk terus bisa mengendalikan harga.Saat ini, harga beras di pasaran mencapai Rp16.000,- untuk kualitas medium.
Dan hingga Rp17.000 untuk kualitas lebih tinggi. Terkait itu, Lihadnyana menyatakan telah memberkan instruksi kepada Perusahaan Daerah (PD) Pasar untuk menurunkan harga beras hingga sampai Rp14.000,- atau hingga Rp13.500,- Dengan harga beras yang terkendali, daya beli masyarakat akan terjaga.
"Saya perintahkan untuk mengendalikan harga, jangan memberatkan masyarakat dari kenaikan harga beras itu. Apalagi kita mengantisipasi Hari Raya Galungan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri. Pemerintah daerah juga harus terus mengantisipasi ha-hal semacam itu. Intinya harga jangan sampai memberatkan masyarakat, titik," tegasnya.
Lebih lanjut, Lihadnyana juga menyampaikan bahwa salah satu strategi teknis yang dilakukan untuk mengendalikan harga beras adalah membuat gerai-gerai di pasar di tempat pedagang. Sehingga kalau di pegagang harga tinggi, masyarakat bisa lari ke gerai pemerintah yang menjual harga beras dengan lebih rendah.Hal tersebut akan memperngaruhi psikologi harga di pasaran.
Terkait dengan hasil panen yang menurun, menurutnya hasil beras dari petani lokal sudah diserap oleh PD Swatantra. Selain itu, juga dilakukan kerjasama dengan daerah lain untuk saling mengisi ketika ada kekurangan atau surplus pasokan beras.
"Kita memetakkan kira-kira harga beras naik atau tidak. Kalau sudah ada kecenderungan naik, PD pasar harus bekerja ekstra. Tulis harga Rp13.500,- itu yang besar sehingga semua bisa lihat. Masyarakat tidak mungkin cari harga lebih mahal, pasti yang lebih terjangkau," ungkapnya.
Baca juga:
Pemkab Badung Terima Bantuan Beras 4 Ton
Selain itu, Pimpinan Wilayah BULOG Provinsi Bali Sony Supriadi mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan memasok Kabupaten Buleleng dengan 5 Ton beras setiap minggunya. Dirinya mengaku, di gudang BULOG Buleleng telah ada stok 1500 ton beras yang diperuntukkan bagi SPHP maupun untuk bantuan pangan. Jumlah tersebut diperkirakan cukup hingga Bulan Maret atau April.
Sementara Ia menjelaskan bahwa beras SPHP adalah program BULOG dimana beras tersebut harus dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900 per kilogram. Dengan harga maksimal per 5kg adalah Rp54.500,-
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4449 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2094 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1995 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1632 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1470 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan