Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pancoran Solas Pura Taman Baginda Banyak Didatangi untuk Melukat Mental
Diyakini Mampu Menyembuhkan Berbagi Macam Penyakit Niskala
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pura Taman Baginda memiliki pancoran solas. Pura ini terletak di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Keberadaan pancoran di pura itu diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dari sekala maupun niskala.
Pengayah di pengelukatan Pancoran Solas Pura Taman Baginda Banjar Peteluan desa Temesi, I Ketut Suartika, atau biasa dipanggil Erlang menceritakan sejarah singkat merupakan pesiraman Sri Kresna Aji Kepakisan yang berkuasa di Dalem Samprangan.
"Disana ada pancaka Tirta. Namun karena banyak pengiring untuk mesiram, lalu di Jaba Pura dibuatkan Pancoran Pitu miwah Pancoran kalih," jelas dia, Senin 25/3/2024 di Gianyar.
Pancoran Pitu (tujuh) untuk para pria. Dan Pancoran kalih (dua) untuk para perempuan. "Lalu, saat ini ada dibuatkan Pancoran solas," jelas dia.
Selanjutnya, dari Pancoran solas, bisa digunakan untuk Melukat. "Berbagai penyakit disembuhkan. Dari gering, sungkan pikayun," ujar dia.
Berdirinya pura ini, memang di awal tidak ada yang tahu. "Banyak diempon. Subak, perorangan, terakhir diempon oleh Banjar Peteluan," jelas dia.
Dari perkiraan, sejak Dalem Samprangan ada di Gianyar.
Baca juga:
Penyanyi R&B Usher Kedapatan Melukat di Bali
Pancoran ini, banyak didatangi untuk melukat mental. "Baru saja ada dari Jawa, ada yang politisi. Macam-macam motivasi kesini," jelas dia.
Bahkan yang penyakit medis juga ada datang. "Ada sakit ginjal, struk. Kami kembalikan ke yang bersangkutan sesuai rasa," jelas dia.
Mengenai donasi, bisa berapapun. Bahkan Rp 1.000 pun diterima. "Hasilnya untuk keperluan disini," jelas dia.
Sebagai sarana melukat sesuai kemampuan. "Hanya mohon doa. Ini obat alternatif," ungkap dia.
Harapannya, agar Pancoran ini menjadi alternatif. "Bagi karya, Pujawali bisa juga kesini. Kalau atiwa-tiwa, sudah banyak," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5752 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan