Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 10 Oktober 2026
Ukraina Kekurangan Tentara Lawan Rusia, Zelensky Ubah Syarat Wamil
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina disebut-sebut mulai kekurangan tentara di tengah perang melawan Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian mengubah syarat minimal usia wajib militer dari 27 tahun menjadi 25 tahun.
Ia menandatangani sebuah rancangan undang-undang usai melihat bahwa Ukraina kalah saing dengan Rusia dalam jumlah pasukan dan persenjataan.
Beleid tersebut dapat memperluas jumlah warga sipil yang dimobilisasi untuk berperang melawan Rusia di garis depan.
Zelensky juga mengesahkan undang-undang terpisah yang mewajibkan laki-laki penyandang difabilitas untuk menjalani pemeriksaan medis lagi agar dapat ikut serta jika dinyatakan mampu.
Kebijakan tersebut menuai perdebatan di antara masyarakat. Namun, Zelensky sebenarnya sudah mempertimbangkan keputusan itu untuk disahkan mengingat Rusia yang tengah agresif melancarkan serangan ke depannya.
Langkah tersebut dinilai sebagai solusi lain untuk dapat merekrut jumlah pasukan militer lebih banyak hingga menciptakan berbagai unit baru.
"Menurunkan usia mobilisasi dari 27 menjadi 25 tahun akan mendukung kemampuan militer Ukraina untuk memulihkan dan menyusun kembali unit-unit yang ada dan menciptakan unit-unit baru," ditulis dalam laporan Institute Studi Perang (ISW), seperti dikutip dari Guardian, Rabu (3/4).
Sebelumnya, sejumlah negara Barat menolak untuk memberikan berbagai bantuan militer.
Amerika Serikat yang menjadi pelopor dari gerakan tersebut pun tak kunjung memutuskan untuk mengirim bantuan lebih ke Ukraina.
ISW menilai bahwa penundaan bantuan militer tersebut menjadi faktor kendala Ukraina memulihkan wilayah yang hancur akibat invasi itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun melakukan hal serupa untuk menetapkan dekret wajib militer rutin pada musim semi bagi warganya.
Pemerintah Rusia juga menambah usia maksimum dari 27 menjadi 30 tahun. Pasalnya, banyak laki-laki di negara itu berusaha menghindari perintah wamil karena takut akan dikirim ke medan perang seperti tahun sebelumnya.
Kendati demikian, kedua peraturan di negara tersebut disahkan saat Rusia masih gencar menginvasi Ukraina.
Kini, Rusia dan Ukraina terus mempersiapkan sejumlah pasukan tambahan serta strategi baru dalam menghadapi konflik yang sudah berlangsung selama hampir tiga tahun. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1799 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1624 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 1414 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1361 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 904 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan