Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 9 Oktober 2026
Rusia Soal Bantuan AS ke Ukraina: Rugi, Warga Tewas Bakal Lebih Banyak
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Soal Bantuan AS ke Ukraina: Rugi, Warga Tewas Bakal Lebih Banyak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia buka suara usai DPR Amerika Serikat (AS) mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) mencakup bantuan untuk Ukraina senilai US$60 miliar atau Rp973 triliun pada Sabtu (20/4).
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan persetujuan itu akan menyebabkan lebih banyak kerusakan dan kematian di medan perang.
"[Keputusan itu] akan membuat Amerika Serikat lebih kaya, lebih menghancurkan Ukraina, dan menyebabkan kematian lebih banyak warga Ukraina," kata Peskov, dikutip AFP.
Dia lalu berujar, "Ini adalah kesalahan rezim Kyiv."
Peskov juga mengatakan UU itu bakal mencoreng citra Negeri Paman Sam. Secara spesifik, dia menyoroti ketentuan dalam undang-undang yang mengizinkan pemerintah AS menyita aset-aset Rusia dan mentransfer ke Ukraina untuk mendanai pembangunan ulang.
Rusia, kata dia, akan mengambil tindakan pembalasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga mengatakan persetujuan undang-undang itu akan memperdalam krisis di seluruh dunia.
"Bantuan militer ke rezim Kyiv adalah sponsor langsung terhadap aktivitas teroris," tulis Zakharova di Telegram.
Komentar Peskov dan Zakharova muncul setelah DPR AS menggelar pemungutan suara terkait bantuan senilai US$60,84 miliar atau sekitar Rp973 triliun ke Ukraina.
Dari jumlah itu, sekitar US$23 miliar atau sekitar Rp373 triliun untuk mengisi kembali persediaan senjata AS. Pemungutan suara itu menghasilkan 311 anggota sepakat dan 112 menolak.
Bantuan bagi pemerintahan Volodymyr Zelensky tertuang dalam RUU bantuan untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan.
Israel akan mendapat bantuan sebesar US$26 miliar atau sekitar Rp421 triliun. Sementara itu, Taiwan bakal mendapat bantuan senilai US$8,12 miliar atau sekitar Rp131 triliun.
Jika diakumulasikan total bantuan yang digelontorkan AS untuk sekutu-sekutunya mencapai US$95 miliar atau sekitar Rp1.500 triliun.
Setelah dari DPR, paket bantuan ini diserahkan ke Senat untuk mendapat persetujuan.
Usai mengantongi izin dari DPR dan senat, barulah paket bantuan diserahkan ke Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk ditandatangani.
Sejak invasi Rusia, AS menjadi sekutu yang getol mengirim senjata ke Ukraina.
Invasi Rusia berlangsung pada Februari 2022. Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata, tetapi hingga kini belum terlaksana. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1538 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1290 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 748 Kali
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 677 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 676 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan