Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sekda Buleleng Sebut Pramuka Harus Kuat Karena Dirinya Sendiri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menginginkan Gerakan Pramuka menjadi besar dan kuat karena pramuka itu sendiri. Bukan karena kewajiban untuk mengikutinya.
Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng tahun 2024 di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (4/5/2024).
Suyasa menjelaskan Pramuka seharusnya berkembang menjadi besar dan kuat karena Pramuka sendiri yang membangun diri. Sehingga, tidak ada perbedaan dengan ekstrakurikuler lainnya. Penguatan ini harus menjadi sumber evaluasi. Tantangan harus menyadarkan seluruh anggota Pramuka agar bisa bersinergi dan membuat program yang inovatif.
“Pramuka tidak boleh ketinggalan zaman. Harus mempunyai program kegiatan yang kreatif dan inovatif sehingga orang lain berminat mengikuti Pramuka,” jelasnya.
Pramuka tidak bisa dilihat hanya dari konten dan edukasi semata. Kegiatan-kegiatan ataupun program yang disusun harus dikemas agar memiliki daya tarik tersendiri. Jika sebelumnya hanya memikirkan substansi, saat ini harus memiliki keunikan agar menarik minta masyarakat ataupun siswa mengikuti atau bergabung di Pramuka. Jika tidak dikemas dengan baik, maka orang lain juga tidak akan tertarik.
“Saya yakin anak-anak sekarang makin cepat, makin canggih menghadapi perkembangan. Oleh karena itu, semuanya harus dikemas dengan baik, kreatif, dan inovatif,” ujar Suyasa.
Suyasa mengatakan semua kreativitas dan inovasi tersebut sangat diperlukan saat ini untuk menjawab bahwa Pramuka tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib di satuan pendidikan. Melainkan, menjadi ekstrakurikuler pilihan atau sukarela. Siswa yang hobi dan merasakan manfaat dari Pramuka, pasti akan memilih Pramuka sebagai ekstrakurikulernya. Berbeda dengan sebelumnya yang mewajibkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler yang diikuti.
“Oleh karena itu, kegiatan Pramuka masih ada di setiap sekolah dengan diwajibkannya ada gugus depan di setiap sekolah. Sekarang tinggal mengemas kegiatannya agar siswa lebih tertarik mengikuti Pramuka,” kata dia.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini pun menambahkan hibah untuk kegiatan Pramuka Buleleng meningkat menjadi Rp650 juta di tahun 2024 yang sebelumya Rp500 juta di tahun 2023. Ia berharap hibah tersebut bisa digunakan untuk mengoptimalkan struktur Gerakan Pramuka hingga ke gugus depan.
“Pada rakercab ini juga mengevaluasi program-program kegiatan pada tahun 2023. Sekaligus sosialisasi program tahun 2024 dan penyusunan program kerja tahun 2025. Mudah-mudahan hibah bisa ditambah di anggaran perubahan,” imbuh Suyasa.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1562 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1314 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1187 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 794 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan