Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
G20 Kompak Utarakan Kecemasan Soal Gaza, Dukung Palestina Merdeka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Negara-negara anggota kelompok 20 (G20) menyampaikan kekhawatiran mereka terkait situasi di Jalur Gaza, Palestina, imbas agresi brutal Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu.
Pernyataan itu terungkap dalam pernyataan bersama kepala negara G20 G20 Rio de Janeiro Leaders' Declaration dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Brasil pada 17-18 November.
"Sembari menyampaikan keprihatinan mendalam kami tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza dan eskalasi di Lebanon, kami menekankan kebutuhan mendesak untuk memperluas aliran bantuan kemanusiaan," demikian pernyataan bersama itu.
Mereka juga menyerukan untuk memperkuat perlindungan warga sipil dan menuntut pencabutan semua hambatan terkait penyediaan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.
Selama Israel melancarkan agresi ke Palestina, pasukan Zionis memperketat bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza.
Menurut lembaga bantuan kemanusiaan Gaza perlu 700 truk per hari untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dalam pernyataan bersama itu, kepala negara G20 juga menyoroti penderitaan manusia dan dampak negatif imbas perang.
Tak hanya itu, mereka mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.
"[Kami] menegaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri," demikian pernyataan itu.
Mereka lalu berujar, "Kami menegaskan kembali komitmen teguh kami terhadap visi solusi dua negara di mana Israel dan Negara Palestina hidup berdampingan dengan damai di dalam perbatasan yang aman dan diakui, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan."
Forum ekonomi ini juga sepakat mendukung gencatan senjata menyeluruh di Gaza sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB.
Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata Israel dan milisi yang menguasai Gaza, Hamas. Namun, upaya ini sulit terlaksana.
Kedua pihak itu berulang kali gagal mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata.
Hamas ingin pasukan Israel angkat kaki dari seluruh wilayah Palestina, tetapi pemerintahan Benjamin Netanyahu ingin menguasai koridor perbatasan Mesir-Gaza, Philadelphia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1390 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1208 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 629 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 546 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung