Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Bali Rencanakan Proyek TOD di Tanah Lot Terintegrasi dengan Kereta Bawah Tanah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bali mengonfirmasi bahwa tanah milik PT MNC Land Tbk. (KPIG), yang dimiliki pengusaha Hary Tanoesoedibjo, telah disiapkan untuk mendukung pengembangan proyek Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan sistem kereta bawah tanah Bali Subway.
"Sudah komitmen mereka (KPIG dan investor utama PT Bumi Indah Prima) sudah deal tinggal menanti prosesnya," kata Kepala Dishub Bali IGW Samsi Gunarta di Denpasar, Selasa (24/12) di Denpasar.
Samsi menjelaskan bahwa tanah tersebut terletak di Kabupaten Tabanan, dekat dengan objek wisata Tanah Lot yang akan dijadikan pusat TOD, sebuah kawasan dengan berbagai fasilitas yang terintegrasi dengan baik.
"TOD itu satu daerah yang dibangun terkompaksi dengan baik, jadi di sana memungkinkan orang bisa melakukan mobilitas dengan lebih efisien, ada perkantoran, ada tempat rekreasi, mal, hotel itu terkumpul jadi satu area," ujar Samsi.
Dishub Bali mengungkapkan bahwa transaksi pembelian tanah ini, yang memiliki nilai Rp5,5 triliun, akan rampung pada Januari 2025. Namun, pihak Dishub belum mengetahui secara pasti ukuran luas lahan yang dijual, karena proses jual beli melibatkan investor utama PT Bumi Indah Prima. Meskipun demikian, Samsi memperkirakan bahwa untuk pengembangan kawasan TOD, dibutuhkan area seluas sekitar 50 hektar.
Samsi juga menjelaskan bahwa proyek kereta bawah tanah Bali Subway direncanakan dalam empat fase, dimulai dengan penghubung Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Sentral Parkir Kuta, dan dilanjutkan ke Jimbaran, Universitas Udayana, Nusa Dua, serta wilayah lainnya seperti Sanur dan Ubud.
Namun, rencana pengembangan rute kini mencakup Tanah Lot, Tabanan, yang akan diintegrasikan dengan sistem TOD. Rencana ini diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan kawasan.
“Meskipun perencanaannya belum selesai, kami berharap proyek ini dapat berjalan bersama. Kami juga berharap akan ada perpanjangan jalur yang bisa menjangkau lebih banyak kawasan, dan tentu saja meningkatkan efisiensi transportasi di Bali,” tambah Samsi.
Proyek TOD ini tidak hanya akan mengubah wajah kawasan Tanah Lot, tetapi juga memberi dampak positif pada mobilitas masyarakat di Bali. Pemprov Bali berharap kawasan lain di Bali juga dapat berkembang dengan konsep yang sama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 266 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 208 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 201 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 185 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar