Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
RSD Mangusada Sediakan Anti Bisa Ular, Siap Tangani Kasus Gigitan di Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada kini memastikan ketersediaan stok Anti Bisa Ular (ABU) untuk menangani kasus gigitan ular di masyarakat. Langkah ini menjadi solusi penting mengingat tidak semua rumah sakit di Bali memiliki persediaan ABU yang memadai.
Direktur Utama RSD Mangusada, I Wayan Darta, mengungkapkan bahwa stok ABU di rumah sakit tersebut masih mencukupi untuk kebutuhan penanganan pasien.
"Mungkin ada puluhan, dan untuk saat ini masih mencukupi. Semoga tidak ada kasus fatal,” ujarnya saat ditemui di RSD Mangusada, Kapal, Badung.
Sepanjang tahun 2024, stok ABU di RSD Mangusada telah berhasil digunakan untuk menangani beberapa kasus gigitan ular tanpa adanya korban jiwa. Bahkan, rumah sakit ini sempat meminjamkan ABU ke kabupaten lain yang mengalami kekurangan stok, dengan sistem pengembalian setelah mereka memperoleh persediaan baru.
Pada tahun 2025, hingga saat ini belum ada laporan kasus gigitan ular yang masuk ke RSD Mangusada. Namun, pihak rumah sakit tetap bersiaga, terutama saat musim hujan yang cenderung meningkatkan risiko interaksi antara manusia dan ular.
“Setiap tahun kami mengusulkan pengadaan ABU karena stoknya sulit didapat. Oleh karena itu, kami selalu menyediakan cadangan,” tambahnya.
Dalam penanganan pasien yang tergigit ular, RSD Mangusada menerapkan langkah medis yang terstruktur. Pasien akan menjalani observasi awal untuk menilai kondisi kesehatan mereka, kemudian diberikan Anti Bisa Ular (ABU) guna menetralisir racun jika diperlukan. Jika kondisi pasien membaik, mereka dapat segera dipulangkan untuk pemulihan lebih lanjut.
Keberadaan ABU di RSD Mangusada menjadi langkah strategis dalam menghadapi kasus darurat gigitan ular, terutama bagi masyarakat di Badung dan sekitarnya. Dengan persediaan yang terjamin, masyarakat kini memiliki akses yang lebih baik terhadap penanganan medis darurat akibat gigitan ular.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5768 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan