Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ogoh-Ogoh dari 60 Kg Kulit Bawang, Inovasi ST Purwa Jati Kumara Gana
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sekaa Teruna (ST) Purwa Jati Kumara Gana, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, kembali menunjukkan kreativitasnya dalam pembuatan ogoh-ogoh serangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini.
Dengan jumlah Sekaa Teruna sebanyak 140 orang, mereka mengusung tema Warsaparwa untuk ogoh-ogoh yang akan diarak pada 28 Maret 2025, tepat saat Hari Pengerupukan.
Uniknya, ogoh-ogoh ini dibuat menggunakan bahan organik, seperti kulit bawang merah dan bawang bombai sebanyak 60 kg, yang setelah dikeringkan menyusut menjadi 30 kg. Selain itu, mereka juga menggunakan daun talas, kulit jagung, dan berbagai material alami lainnya.
I Wayan Gede Sandiyoga, perwakilan dari ST Purwa Jati Kumara Gana, mengungkapkan bahwa penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan ini dilakukan bukan hanya sebagai tantangan dan inovasi baru, tetapi juga untuk mengikuti peraturan pemerintah terkait ogoh-ogoh yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, faktor pendanaan dan komitmen mereka terhadap penggunaan material alami turut menjadi alasan utama.
"Kami mendapatkan bahan-bahan tersebut dari berbagai restoran di sekitar Ubud," ujarnya.
Pembuatan ogoh-ogoh ini dimulai sejak 14 Januari 2025, ditandai dengan upacara nuasen karya. Hingga saat ini, proses pengerjaan sudah berjalan lebih dari dua bulan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah pemasangan kulit bawang merah, yang harus dilakukan satu per satu. "Proses ini cukup membosankan dan memakan waktu lama," tambah Sandiyoga.
Selain itu, bagian ogoh-ogoh yang menggunakan modul mesin, terutama di area bunga yang ditempati oleh figur Brahmana, juga sempat mengalami kesulitan dalam penyetelan karena kurangnya pengalaman dalam bidang mesin.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, ST Purwa Jati Kumara Gana optimis dapat menampilkan ogoh-ogoh terbaik.
"Kami berharap karya ini bisa menginspirasi komunitas lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tetap melestarikan tradisi dengan cara yang inovatif," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5768 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan