Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Sarin Rare Gianyar Ajak Anak Jauhi Gawai Lewat Seni, Literasi, dan Aksi Sosial
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menutup tahun ajaran 2024/2025, Taman Pendidikan Sarin Rare yang berada di bawah naungan Yayasan I Ketut Alon, menggelar kegiatan edukasi berbasis budaya, literasi, inklusivitas, dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebatas penyerahan raport dan ijazah, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas seni budaya serta edukasi kesehatan.
Baca juga:
Kak Seto Ingatkan Bahaya Gadget untuk Anak
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah ini turut mendapat dukungan dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali sebagai bentuk nyata perlindungan hak anak sejak usia dini.
"Kami ingin membangun kesadaran bahwa hak anak untuk berkarya dalam budaya dan mengisi waktu luang secara positif adalah bagian dari perlindungan sejak usia dini," ungkap Made Ariasa, pengurus Taman Pendidikan Sarin Rare.
Acara penyerahan raport dan ijazah diberikan kepada siswa PAUD, TK B, serta kelas VI SD. Sejumlah pertunjukan seni budaya turut memeriahkan kegiatan ini, dibawakan langsung oleh anak-anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Mereka tampil menari, megambel, dan menyanyi, membuktikan komitmen sekolah terhadap pendidikan inklusif.
Dalam upaya menguatkan budaya literasi sejak dini, Sarin Rare bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Gianyar menghadirkan dua mobil perpustakaan keliling. Anak-anak tampak antusias membaca buku cerita bergambar bersama teman dan orang tua.
“Banyak orang tua mengaku anaknya kurang fokus, bahkan terlambat bicara karena terlalu dini dikenalkan pada gawai. Kami ingin menjadikan membaca sebagai aktivitas menyenangkan dan membangun interaksi sosial yang sehat,” tambah Made Ariasa.
Tak hanya itu, kegiatan akhir tahun ini juga diisi dengan aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua murid dan masyarakat sekitar, didukung oleh PMI Kabupaten Gianyar dan RS Ari Canti.
“Kami ingin menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang utuh, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Pendidikan yang menyentuh hati dan nilai-nilai kemanusiaan adalah fondasi bangsa yang kuat,” pungkas Ariasa.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh sekolah berbasis budaya dan sosial yang tetap relevan di era digital.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan