Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pertamina Luruskan Hoaks BBM, dari Pembatasan hingga Kebakaran SPBU
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertamina Patra Niaga dalam beberapa waktu terakhir mengamati adanya praktik manipulasi informasi hingga penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat dan konsumen.
Disinformasi ini, menurut Pertamina, dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyerang nama baik perusahaan maupun pemerintah.
Baca juga:
Uma Palak Festival 2025, Pertamina Dampingi Petani Bali Jaga Subak dari Alih Fungsi Lahan
Kondisi ini disayangkan karena selain merugikan Pertamina sebagai BUMN milik negara, juga mencoreng pemerintah yang sedang berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Maka dari itu, Pertamina Patra Niaga merasa perlu meluruskan sejumlah informasi hoaks yang beredar di media sosial. Berikut klarifikasi resmi Pertamina:
1. Hoaks pembatasan pengisian BBM
Isu pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan adalah tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran. Hal ini juga telah dikonfirmasi Kementerian ESDM melalui juru bicara KESDM.
2. Hoaks kebakaran SPBU akibat pembatasan BBM
Video yang beredar disebut akibat kebijakan baru Pertamina adalah hoaks. Rekaman tersebut ternyata peristiwa lama, yakni kebakaran SPBU di Aceh pada 2024.
3. Hoaks video viral Lumajang
Isu masyarakat menggeruduk SPBU di Lumajang juga tidak benar. Faktanya, pada 17 September 2025 terjadi karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup. Keributan yang terjadi dipicu minuman keras, bukan layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu liar yang tersebar di dunia maya.
“Selain isu pembatasan BBM, masyarakat juga perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti rekrutmen fiktif yang meminta biaya, kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta, maupun informasi palsu terkait harga,” jelas Roberth.
Pertamina Patra Niaga pun mengajak masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.
Editor: Redaksi
Reporter: Pertamina
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan