Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pertamina Luruskan Hoaks BBM, dari Pembatasan hingga Kebakaran SPBU
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertamina Patra Niaga dalam beberapa waktu terakhir mengamati adanya praktik manipulasi informasi hingga penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat dan konsumen.
Disinformasi ini, menurut Pertamina, dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyerang nama baik perusahaan maupun pemerintah.
Baca juga:
Uma Palak Festival 2025, Pertamina Dampingi Petani Bali Jaga Subak dari Alih Fungsi Lahan
Kondisi ini disayangkan karena selain merugikan Pertamina sebagai BUMN milik negara, juga mencoreng pemerintah yang sedang berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Maka dari itu, Pertamina Patra Niaga merasa perlu meluruskan sejumlah informasi hoaks yang beredar di media sosial. Berikut klarifikasi resmi Pertamina:
1. Hoaks pembatasan pengisian BBM
Isu pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan adalah tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran. Hal ini juga telah dikonfirmasi Kementerian ESDM melalui juru bicara KESDM.
2. Hoaks kebakaran SPBU akibat pembatasan BBM
Video yang beredar disebut akibat kebijakan baru Pertamina adalah hoaks. Rekaman tersebut ternyata peristiwa lama, yakni kebakaran SPBU di Aceh pada 2024.
3. Hoaks video viral Lumajang
Isu masyarakat menggeruduk SPBU di Lumajang juga tidak benar. Faktanya, pada 17 September 2025 terjadi karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup. Keributan yang terjadi dipicu minuman keras, bukan layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu liar yang tersebar di dunia maya.
“Selain isu pembatasan BBM, masyarakat juga perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti rekrutmen fiktif yang meminta biaya, kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta, maupun informasi palsu terkait harga,” jelas Roberth.
Pertamina Patra Niaga pun mengajak masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.
Editor: Redaksi
Reporter: Pertamina
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun