Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pelajar SMK Nusa Dua Dianiaya Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peristiwa penganiayaan menimpa seorang pelajar Kelas X SMK Pariwisata, Nusa Dua, inisial MFU (17). Korban dianiaya oleh kakak kelasnya, inisial AW (19) di lapangan kosong tepatnya di belakang sekolah, pada Jumat 26 September 2025 sekitar pukul 11.30 WITA.
Penganiayaan itu viral di sejumlah platform media sosial dan sudah dilaporkan ke Polisi. Dalam tayangan video viral tersebut, tampak sekelompok siswa berkerumun di lapangan kosong.
Tampak, korban yang masih menggunakan seragam olah raga berwarna biru, training biru dongker dan membawa tas ransel, dipukul oleh pelaku inisial AW (19) yang ternyata kakak kelasnya siswa Kelas XII. Pelaku AW saat itu mengenakan baju kaos warna hitam dan celana jeans biru.
"Korban dipukul dan tidak melakukan perlawanan," beber Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Minggu, 28 September 2025.
AKP Sukadi mengatakan, penganiayaan itu berawal dari saling ejek antara korban dan teman wanita sekelasnya, inisial YA, dengan kata-kata "Jelek Banyak Gaya". Mendapat ejekan tersebut, korban meminta nomor HP pacar YA, tujuanya agar sang pacar bisa menasehatinya.
Lantaran tidak direspons, korban sempat mengabaikan dan mengalah. Namun, ada teman kelasnya yang kembali memancing kericuhan agar korban berkelahi dengan pacarnya YA, "Katanya kamu mau melawan pacarku”. Merasa tertantang, korban pun merespons, “Yaudah sini ne”.
Pacar dari teman korban menghubungi pelaku AW melalui pesan singkat Whatsapp. Namun korban buru-buru minta maaf karena tidak mau timbul keributan.
Tapi AW tidak terima hingga terbawa emosi. Pelaku lantas mencari korban dan diajak ke parkiran motor, kemudian diarahkan menuju sebuah lahan kosong. Di lapangan itu banyak rekan-rekan pelaku sudah menunggu.
Ketika saling berhadapan, korban menyampaikan permintaan dan minta sebaiknya dibicarakan baik-baik. Tapi pelaku balik bertanya, "Apa maksudmu ngomong bawa-bawa parang, sudah merasa jagoan kamu jadi adik kelas”.
Terlanjur emosi, pelaku memukul korban di bagian hidung sebanyak 1 kali, memukul di bagian rahang kiri sebanyak 2 kali dan menendang korban sebanyak 2 kali di bagian bokong dan kepala.
"Dari kejadian tersebut korban mengalami sakit di pipi kiri, susah untuk makan, hidung sakit dan susah untuk bernapas," beber AKP Sukadi," ujarnya.
Kasi Humas AKP Sukadi menjelaskan kejadian ini sudah dilaporkan korban ke Polsek Kuta Selatan, pada Sabtu 27 September 2025. Perihal ini sudah dimediasi melibatkan pihak sekolah bersama Ketua Yayasan, siswa yang terlibat perkelahian didampingi wali murid.
"Pada intinya, pihak sekolah akan memberikan sanksi tegas terhadap seluruh pihak pihak yang terlibat terkait dengan adanya kejadian tersebut dan menyerahkan serta menghormati semua proses hukum yang sudah berjalan ke pihak Kepolisian," pungkas AKP Sukadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5746 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2548 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2195 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan