Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Balita di Karangasem Diserang Anjing Liar, Dahi Alami Enam Jahitan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kecamatan Abang, digegerkan oleh insiden yang menimpa seorang balita laki-laki berusia 3 tahun berinisial IGWP.
Balita malang itu mengalami luka cukup serius di bagian dahi setelah diserang anjing liar di depan rumahnya pada Sabtu (4/10/2025). Akibat gigitan tersebut, korban harus mendapatkan enam jahitan di RSUD Karangasem.
Informasi diperoleh, sebelum kejadian korban baru bangun dan sedang duduk di teras rumah. Saat itu, seekor anjing liar tiba-tiba datang dan menyerang balita tersebut hingga mengalami luka cukup serius pada bagian dahinya. Korban seketika menangis sedangkan anjing tersebut langsung kabur.
“Keluarga sempat mengejar tapi anjing itu sudah menghilang dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” ungkap Kawil Banjar Dinas Pekandelan, Ketut Wista kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).
Usai kejadian, balita tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Abang untuk mendapatkan penanganan awal. Petugas medis langsung memberikan vaksin anti rabies (VAR) mengingat posisi gigitan berada pada bagian tubuh yang rawan, setelah itu baru kemudian dirujuk ke RSUD Karangasem.
Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. Gusti Lanang Udiyana membenarkan adanya rujukan pasien balita korban gigitan anjing tersebut. Ia menjelaskan, kondisinya mengalami luka selebar 3 cm pada bagian dahi dan sudah mendapat tindakan berupa penjahitan.
"Selain tindakan tersebut, pasien juga langsung diberikan vaksin Serum anti rabies (SAR) mengingat luka gigitan berada di daerah resiko tinggi," ujar mantan Kepala Puskesmas Selat tersebut.
Setelah menjalani perawatan intensif, korban diperbolehkan pulang namun diwajibkan melakukan kontrol rutin untuk memantau kondisi luka. Luka gigitan di bagian kening itu kini telah dijahit sebanyak enam jaritan.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan Karangasem, I Ketut Suardita ketika dihubungi mengaku bahwa Puskeswan Abang belum menerima laporan dari para pihak terkait gigitan anak kecil umur 3 tahun di Banjar Pekandelan tersebut.
Di samping itu, menurut Suardita petugas Puskeswan masih trauma dengan berita kemarin yang menghebohkan dunia maya.
Pihaknya bergerak sesuai regulasi dan permintaan masyarakat terhadap pencegahan, pengendalian, penanggulangan dan pemberantasan rabies di Abang khususnya.
"Jadi kita sebagai petugas puskeswan belum melakukan penelusuran kasus tersebut. Selaku Petugas Puskeswan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Suardita.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8532 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5888 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3690 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2524 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar