Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Komisi II DPRD Badung Fokuskan APBD 2026 pada Pariwisata hingga Pertanian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026 bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Senin (10/11/2025).
Pembahasan difokuskan pada sektor-sektor unggulan daerah seperti pariwisata, perhubungan, pertanian, koperasi, UMKM, dan perikanan.
Ketua Komisi II DPRD Badung, Made Sada, menegaskan pentingnya menjaga kualitas pariwisata Badung agar tetap berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global.
“Kami mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara Dinas Pariwisata, Imigrasi, dan Kepolisian untuk menciptakan kenyamanan wisatawan. Penertiban sudah berjalan baik, bahkan lebih dari 200 WNA telah dideportasi karena melanggar aturan,” paparnya.
Ia juga menyoroti peningkatan keselamatan wisata setelah adanya peringatan dari Australia terkait kecelakaan wisatawan. Komisi II mendorong penyediaan sarana penyelamatan laut, seperti jetski dan ATV patroli pantai, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam bidang promosi, Made Sada menekankan pentingnya strategi pemasaran yang konsisten.
“Bali dan Badung memang sudah dikenal dunia, tapi kita tak boleh terlena. Promosi ke luar negeri tetap harus jalan agar daya saing tetap tinggi,” jelasnya.
Target menghadirkan 6.500 wisatawan mancanegara ke Badung turut dibahas, termasuk peningkatan kualitas SDM serta kelengkapan sarana dan prasarana pariwisata.
Dari sektor perhubungan, Komisi II menyoroti tingginya angka kecelakaan di kawasan Goa Gong. Mereka mendorong pembangunan jalan alternatif serta pemasangan portal pengaman. Selain itu, pengembangan sistem pengendali lampu lalu lintas berbasis digital dinilai penting untuk memantau kemacetan secara real time.
Pada sektor pertanian, Komisi II menekankan upaya inovasi agar hasil panen tidak menumpuk dan menyebabkan harga anjlok. Pemerintah daerah didorong menyerap hasil panen serta mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
“Kami juga ingin generasi muda kembali tertarik ke dunia pertanian. Harus ada edukasi modern dan pengembangan pertanian organik,” cetusnya.
Dalam sektor koperasi, sebanyak 62 desa telah mengajukan pembentukan Koperasi Merah Putih, namun baru tiga yang berjalan efektif. Komisi II meminta Dinas Koperasi mempercepat pendampingan dan pelatihan agar koperasi dapat berkembang secara mandiri.
Sementara itu, produksi ikan di Badung saat ini mencapai 9.000 ton dari target 13.000 ton per tahun. Komisi II mendorong peningkatan kualitas produk perikanan lokal agar lebih kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan sektor pariwisata.
“Kami ingin hasil laut Badung bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga bisa menembus pasar Denpasar hingga Tabanan,” tutup Made Sada.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5773 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2198 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan