Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Lomba Tapel Ogoh-Ogoh HUT Mangupura, Peserta Ditantang Buat On The Spot
BERITABALI.COM, BADUNG.
Serangkaian HUT Mangupura ke-16, lomba tapel ogoh-ogoh kolaborasi Bank BPD Bali dan Komunitas Jemari berlangsung di Lapangan Puspem Badung pada 22–23 November 2025.
Kompetisi ini menarik perhatian karena peserta diwajibkan membuat tapel secara langsung (on the spot) di lokasi perlombaan.
Konsep tersebut dirancang untuk memunculkan undagi maupun kreator muda berbakat dalam seni ogoh-ogoh. Pendiri Komunitas Jemari, I Gusti Agung Andra Sanjaya, menjelaskan bahwa lomba ini juga menjadi ruang edukasi mengenai proses pembuatan tapel.
”Karena pembuatan tapel ogoh-ogoh itu kan perlu proses,” jelas Agung Andra saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan bahwa lomba Mangucita ini memperlihatkan proses lengkap pembuatan hingga pewarnaan tapel secara langsung. Selain menguji kreativitas, kegiatan ini mendorong generasi muda agar berani mencoba hal baru, tidak hanya fokus pada teknologi.
”Karena lomba ini selama dua hari, hari pertama, berproses pembuatan dari pola, konstruksi bentuk tapel dan diaplikasi dengan clay. Hari kedua, ada pewarnaan tapel, dilanjutkan dengan display karya,” jelasnya.
Lomba yang untuk pertama kalinya digelar dengan format pembuatan langsung ini hanya membuka 25 slot peserta se-Bali. Antusiasmenya tinggi, pendaftaran yang dibuka selama dua hari menarik 157 pendaftar.
”Kita buka pendaftaran hanya 2 hari dan 157 peserta mendaftar dan kita kurasi dari teman-teman yang memang sebagai pelaku atau kreator ogoh-ogoh yang sudah eksis,” ungkapnya.
Tujuan utama lomba ini adalah memperlihatkan proses kreatif pembuatan tapel ogoh-ogoh dan mendorong para kreator muda untuk tampil. ”Ya, bisa dibilang untuk mengorbitkan kreator muda berbakat. Karena, di Bali banyak sekali ada kreator ogoh-ogoh tapi sedikit yang muncul,” katanya.
Pada 22 November 2025, peserta wajib hadir minimal 10 menit sebelum perlombaan dimulai untuk registrasi. Peserta hanya diperbolehkan membawa bakalan tapel yang belum diaplikasi clay, serta perlengkapan dan bahan yang dibutuhkan. Waktu pengerjaan diberikan selama 7 jam, dari pukul 10.00 hingga 17.00.
Baca juga:
Maling Gasak Tapel Rangda dan Barong Sakral
Hari berikutnya, 23 November 2025, peserta kembali hadir 30 menit sebelum registrasi. Pada hari kedua diperbolehkan membawa payasan atau aksesori yang sudah jadi. Proses mewarnai, mayasin, dan display karya dilakukan selama 5 jam, mulai pukul 10.00 hingga 15.00.
Penjurian dilakukan secara bertahap oleh tiga juri: Arif Lelonk, Arif Miniatur Ogoh-ogoh, dan Pasek Asta. Mereka menilai proses hari pertama hingga hari kedua, kemudian melakukan penilaian akhir mulai pukul 15.30 hingga selesai.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai jutaan rupiah: Juara I Rp 3 juta, Juara II Rp 2 juta, Juara III Rp 1 juta, Harapan I Rp 800 ribu, Harapan II Rp 700 ribu, serta Harapan III Rp 600 ribu. Selain itu, para pemenang juga mendapatkan piala dan piagam.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5840 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan