Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Mesin Faspol Sulap Sampah Plastik Jadi Solar, Solusi Baru Limbah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Inovasi pengolahan sampah kembali menghadirkan solusi menarik di tengah persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan. Sebuah terobosan dari Bank Sampah Banjarnegara, Jawa Tengah, mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar.
Program ini digagas oleh Budi Trisno Aji melalui Bank Sampah Banjarnegara (BSB) yang berlokasi di Desa Kasilib, Wanadadi. Melalui teknologi fast pyrolysis atau Faspol, limbah plastik diolah menjadi bahan bakar diesel bernama “Petasol”.
Inovasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Tercatat lebih dari 8.000 nasabah aktif bank sampah serta warga desa turut merasakan dampaknya, dengan tambahan pemasukan dari pengumpulan sampah plastik.
"Mengubah sampah plastik menjadi BBM alternatif setara solar (Petasol) menggunakan teknologi fast pyrolysis (Faspol)." jelas humas bank sampah banjarnegara, Akhemkorner.
Menurutnya, bank sampah tersebut mampu mengelola ribuan ton sampah plastik setiap tahun. Jenis plastik yang dapat diolah pun beragam, mulai dari tas kresek, bungkus mi instan hingga styrofoam yang umum ditemukan dalam limbah rumah tangga.
Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari masyarakat, kemudian dibeli oleh pihak bank sampah untuk diproses menggunakan mesin Faspol.
"Cara kerja mesinnya, plastik dimasukkan ke dalam reaktor yg dipanaskan (bukan di bakar) kemudian plastik akan mencair, menguap dan uapnya di dinginkan untuk di olah jadi BBM sejenis solar. Dari 50 kilogram sampah bisa menghasilkan sekitar 40 liter setara solar (Petasol)," jelasnya.
Dalam satu hari, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 200 liter bahan bakar alternatif. Teknologi ini dinilai sebagai salah satu solusi potensial dalam mengurangi volume sampah plastik sekaligus menciptakan energi alternatif.
Akhem menambahkan, mesin Faspol memiliki kapasitas beragam, mulai dari skala kecil hingga besar, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. "Mesin yang tersedia mulai dari kapasitas 50 kilogram hingga 5 ton per hari," tutupnya.
Dengan harga sekitar Rp 167 juta untuk kapasitas 50 kilogram per hari, teknologi ini dinilai dapat menjadi peluang bagi daerah-daerah di Indonesia, termasuk Bali, dalam mengatasi persoalan sampah plastik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5829 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan