Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Visum RSUD Buleleng: Lebih dari Satu Anak Panti Asuhan Alami Kekerasan Seksual
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hasil pemeriksaan medis terhadap anak-anak panti asuhan di Kabupaten Buleleng mengungkap fakta mengejutkan. Lebih dari satu anak dipastikan mengalami kekerasan seksual berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim forensik RSUD Buleleng.
Dokter forensik RSUD Buleleng, dr Klarisa Salim, menyampaikan bahwa pemeriksaan fisik telah dilakukan terhadap delapan anak secara bertahap sejak Jumat (27/3) hingga Minggu (29/3).
"Umur mereka ada di kisaran 13 hingga 20 tahun. Tapi memang mayoritas adalah anak-anak berusia dibawah 18 tahun," terang dr Klarisa, Selasa (31/3), didampingi Direktur Utama RSUD Buleleng Ketut Suteja Wibawa.
Dari delapan anak yang diperiksa, sebanyak enam di antaranya dipastikan masih berusia di bawah umur. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan serius yang menimpa anak-anak di panti asuhan tersebut.
Meski demikian, dr Klarisa tidak merinci jumlah pasti korban kekerasan seksual maupun kekerasan fisik. Ia menyebut hal tersebut merupakan bagian dari materi penyidikan pihak kepolisian.
"Yang pasti ini sangat beragam. Ada yang hanya mengalami kekerasan fisik, ada juga yang hanya mengalami kekerasan seksual, dan ada juga yang keduanya (kekerasan fisik dan seksual). Yang jelas, yang mendapat kekerasan seksual lebih dari satu orang," ungkap dr Klarisa.
Dalam pemeriksaan, korban yang mengalami kekerasan fisik diketahui mengalami luka akibat benturan benda tumpul.
"Yang kami temukan akibat kekerasan tumpul. Apakah kekerasan ini mengarah pada penganiayaan, tidak bisa kami sampaikan secara detail karena itu menjadi materi penyidikan," terangnya.
Pihak RSUD Buleleng menyatakan komitmennya untuk mendukung proses hukum yang tengah berjalan dengan menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai bagi pemeriksaan korban.
"Pak Dirut berkomitmen untuk membantu pihak kepolisian, dengan menyiapkan sarana tempat yang memadai, agar pemeriksaan fisik kepada para korban dapat ditangani seoptimal mungkin," tandasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Buleleng, mengingat mayoritas korban masih di bawah umur dan membutuhkan perlindungan serta pendampingan intensif dari berbagai pihak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5730 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan