Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
MRT Bali Mangkrak, Kemenhub Angkat Bicara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Perhubungan akhirnya memberikan penjelasan terkait belum bergeraknya proyek MRT Bali yang sempat digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di kawasan Denpasar dan sekitarnya. Hingga kini, proyek tersebut masih tertahan karena belum adanya kepastian investor.
Pemerintah pusat mengakui, minat investor yang sempat muncul belum berlanjut ke tahap realisasi. Padahal, proyek transportasi berbasis rel ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang kian meningkat di Bali.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono menjelaskan bahwa proyek MRT Bali merupakan bagian dari pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan.
"MRT Bali, ini kan merupakan perkeretaapian perkotaan ya. Groundbreaking dan juga informasi yang mungkin teman-teman dengar, Pemprov Bali itu kan menugaskan BUMD Bali melalui anak perusahaannya ya, menjajaki apa investor yang berminat," kata Allan.
Ia menegaskan, dalam proyek ini pemerintah pusat hanya berperan sebagai regulator yang siap mendampingi jalannya pengembangan.
"Jadi kami, Perhubungan di DJKA selaku regulator ya siap untuk mendampingi. Nanti skemanya seperti apa, ya kami siap untuk diskusi," lanjutnya.
Struktur proyek MRT Bali sendiri melibatkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena itu, sejumlah aspek teknis, termasuk pengelolaan proyek dan kerja sama dengan pihak ketiga, berada di bawah kewenangan daerah.
Menanggapi isu vendor yang disebut belum menerima pembayaran, Allan mengaku tidak memiliki informasi detail. Ia menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar lingkup Kemenhub.
"Nah ini saya nggak tahu karena di Pemprov Bali, kalau ini di Pemprov Bali vendornya kami nggak ketahui karena yang ditugaskan oleh Pemprov Bali, BUMD melalui anak perusahaannya menjajaki minat ya untuk investor," ujarnya.
Sebelumnya, proyek transportasi rel di Bali sempat muncul dalam bentuk Light Rail Transit (LRT) pada 2024 dan bahkan telah melalui tahap peletakan batu pertama. Namun, seiring waktu, skema proyek bergeser menjadi MRT dan progresnya melambat.
Ketidakpastian pendanaan hingga kini menjadi kendala utama. Tanpa dukungan investor, proyek yang diharapkan menjadi solusi transportasi modern di Bali tersebut masih tertahan dan belum menunjukkan perkembangan signifikan. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5805 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2558 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan