Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Karya Nyawa Wedana Utama di Ungasan, Bupati Badung Apresiasi Semangat Ngayah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri (upasaksi) puncak Karya Nyawa Wedana Utama di Wantilan Nusa Bangsul, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (31/5). Upacara massal yang terakhir dilaksanakan tahun 2017 ini kembali digelar untuk meringankan beban biaya krama.
Rangkaian karya meliputi Atma Wedana (nyekah), memukur, metatah, nilapati hingga ngingkup agung. Kegiatan ini diikuti oleh 256 peserta, dengan rincian 56 sawa ngaben, 135 peserta nyekah, dan 65 peserta metatah.
Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat ngayah dan kebersamaan krama Desa Adat Ungasan yang bergotong royong menyukseskan pelaksanaan karya yadnya tersebut. "Bertepatan dengan Rahina Purnama ini, saya menghaturkan rasa syukur dan terima kasih ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Kahyangan Tiga Desa Adat Ungasan. Saya juga merasa berbahagia dapat hadir sekaligus upasaksi pelaksanaan karya yang dilandasi semangat ngayah dan kebersamaan oleh seluruh krama desa adat. Dumogi seluruh masyarakat senantiasa dianugerahi kerahayuan, keharmonisan, serta kesejahteraan sekala dan niskala," ujarnya.
Ia menambahkan, Keberhasilan membangun karya ini tidak lepas dari kebersamaan seluruh krama desa. Semangat sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka yang diwariskan leluhur masih hidup dan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat kita hingga saat ini.
Selain sebagai ritual keagamaan, Bupati menegaskan pentingnya nilai pendidikan karakter dalam upacara ini bagi generasi muda. "Metatah bukan hanya sebuah upacara, tetapi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual. Di dalamnya terkandung nilai pengabdian, penghormatan kepada leluhur, pendidikan karakter, serta tanggung jawab untuk melanjutkan warisan budaya yang adiluhung," tegasnya.
Terkait infrastruktur, Pemkab Badung kini tengah memproses proyek jalan lingkar barat dan jalan tembus Universitas Udayana (Unud) hingga Ungasan demi mengatasi kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). "Pemkab Badung tetap berkomitmen mendorong pembangunan yang bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendukung aktivitas sosial, ekonomi, budaya, maupun kehidupan adat masyarakat secara berkelanjutan,seperti yang disampikan jro bendesa adat, untuk kuta selatan tiyang sedang berproses untuk membuat jalan lingkar barat dan jalan tembus dari unud hingga ungasan guna mengatasi kemacetan yang ada di gwk, tiyang mohon doa restu karma, masyarakat desa ungasan dumogi tidak ada halangan agar bisa cepat bisa kita gunakan bersama" ungkapnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa menyampaikan terima kasih atas komitmen pembangunan infrastruktur dan perhatian Pemkab Badung kepada masyarakat Kuta Selatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang selama ini selalu hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat Kuta Selatan. Berbagai program pembangunan memang membutuhkan proses, namun kami melihat adanya komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Disel Astawa optimistis seluruh program pembangunan fasilitas umum dan jalan dapat terealisasi secara bertahap. "Kami memahami bahwa pascapandemi banyak penyesuaian yang harus dilakukan pemerintah. Namun kami optimistis berbagai program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara bertahap karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga kekompakan demi kelancaran upacara hingga selesai. "Keberhasilan karya ini adalah keberhasilan seluruh krama Desa Adat Ungasan. Semangat ngayah dan gotong royong yang diwariskan leluhur harus terus menjaga sebagai kekuatan utama dalam membangun desa adat yang maju, harmonis, dan sejahtera," tambahnya.
Puncak Atma Wedana ini dipuput oleh tujuh sulinggih dengan pendanaan swadaya dari Desa Adat Ungasan, dana punia, serta kontribusi pengusaha setempat. Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra, I Made Tommy Martana Putra, dan I Wayan Puspa Negara, Plt Camat Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, unsur Tripika Kuta Selatan, Perbekel Ungasan I Made Kari, serta Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5773 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2198 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan