Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Penghormatan Terakhir, Puluhan Rekan Sopir Bersulang untuk Gede Selamet
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suasana haru mengiringi prosesi penghormatan terakhir untuk I Gede Selamet (21), korban pembakaran asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Sabtu (3/10/2026).
Puluhan rekan sesama sopir truk yang hadir di rumah duka hingga Setra Desa Adat Muncan memberikan penghormatan terakhir dengan cara yang menjadi kenangan tersendiri. Mereka berkumpul, bersulang dan minum bersama untuk mengenang Gede Selamet sebelum jenazah disemayamkan.
Suasana duka sudah terasa sejak pagi di rumah korban. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Gede Selamet dikeluarkan dari freezer untuk menjalani prosesi pemandian sekitar pukul 11.00 Wita di areal pekarangan rumahnya.
Sejak pagi, puluhan kerabat, sahabat, hingga rekan sesama sopir truk berdatangan ke rumah duka. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemuda yang dikenal pendiam dan tidak banyak membuat masalah di lingkungan tempat tinggalnya.
"Dia orangnya polos, pendiam orangnya, tidak pernah buat masalah di sini," ujar salah seorang rekan Gede Selamet, Sugiana, saat ditemui di rumah duka.
Warga kemudian berkerumun dan ikut membantu proses pemandian jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum Gede Selamet diantarkan menuju Setra Desa Adat Muncan.
Setelah prosesi memandikan jenazah dan prosesi lainnya di rumah duka selesai, sekitar pukul 13.00 Wita, jenazah mulai diusung menuju Setra Desa Adat Muncan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah duka.
Ratusan warga turut berjalan kaki mengiringi perjalanan terakhir Gede Selamet. Puluhan rekan sesama profesi sopir truk tampak berada di antara rombongan. Sejumlah teman semasa sekolah juga hadir untuk mengantarkan sahabat mereka ke tempat peristirahatan terakhir.
Sepanjang perjalanan menuju setra, suasana haru bercampur dengan ungkapan suka cita dari para sahabat almarhum. Teriakan para rekan dan sahabat terdengar silih berganti sebagai bentuk penghormatan sekaligus kenangan terakhir untuk Gede Selamet.
Setibanya di Setra Desa Adat Muncan, suasana kembali dipenuhi keharuan. Para sahabat Gede Selamet kemudian berkumpul dan secara kompak melakukan prosesi penghormatan terakhir dengan bersulang dan minum bersama.
Momen tersebut menjadi cara tersendiri bagi puluhan rekan sopir untuk mengenang Gede Selamet, sebelum akhirnya berpisah dengan sahabat mereka untuk selama-lamanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1102 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 439 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 400 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 356 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 295 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung