Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menengok Gedung "Garuda" Bank Indonesia di IKN, Ada Emas 13,5 Kg

Minggu, 4 Oktober 2026, 10:38 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Menengok Gedung "Garuda" Bank Indonesia di IKN, Ada Emas 13,5 Kg.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Berdiri megah di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6,6 kilometer persegi di Kecamatan Sepaku, Bank Indonesia (BI) resmi mengawali kehadirannya di Ibu Kota Nusantara melalui Kompleks Perkantoran Bank Indonesia.

Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, mulai memasuki tahap operasional. Kehadiran fisik Bank Indonesia di IKN merupakan amanat Undang-Undang Bank Indonesia dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang menegaskan kedudukan bank sentral berada di ibu kota negara.

Awak media Bali yang difasilitasi Perwakilan Bank Indonesia (PwBI) Provinsi Bali berkesempatan melihat langsung kompleks perkantoran tersebut pada Sabtu (3/10/2026).

Meski baru menyelesaikan pembangunan tahap pertama, bangunan terlihat megah dengan desain arsitektur yang menggabungkan elemen Garuda Bank Indonesia, bentuk pita yang merepresentasikan keuangan, serta wujud burung raksasa.

Salah satu daya tarik di dalam gedung adalah area literasi yang menyajikan sejarah uang dan perjalanan terbentuknya Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia.

Sebelum memasuki area tersebut, pengunjung dapat melihat emas seberat 13,5 kilogram yang dipajang dalam kotak khusus. Pengunjung juga diperbolehkan merasakan sensasi mengangkat emas yang telah dilapisi plastik tebal tersebut, dengan tetap berada dalam batas area yang disediakan.

Selain itu, tersedia layar datar interaktif yang menjelaskan tugas, peran, dan fungsi Bank Indonesia. Pengunjung juga dapat menyimak biografi serta perjalanan kebijakan moneter sejak Gubernur BI pertama, Sjafruddin Prawiranegara, hingga mantan Gubernur BI terakhir, Perry Warjiyo.

Pembangunan Gedung BI IKN dalam Tiga Tahap

Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di IKN dirancang melalui tiga fase pembangunan untuk membentuk wujud utuh Gedung Garuda.

Tahap pertama merupakan pembangunan bagian Kepala Garuda. Struktur utama ini telah rampung dan mulai diisi, sekaligus memasuki tahap pemeliharaan operasional. Tahap kedua mencakup pembangunan Sayap Garuda, yakni struktur kepakan sayap di sisi kiri dan kanan gedung. Sementara tahap ketiga adalah pembangunan bagian Ekor Garuda untuk menyempurnakan bentuk keseluruhan bangunan.

Secara filosofis, kompleks perkantoran ini juga berlandaskan lima pilar tata kelola internal BI yang disingkat IKAT, yaitu Independen, Konsisten, Koordinasi, Akuntabilitas, dan Transparan.

Kawasan gedung dilengkapi lanskap ramah lingkungan. Di bagian belakang kompleks terdapat embung sebagai fasilitas penampungan air yang terhubung dengan area perkantoran melalui jembatan penyeberangan berdesain kaca.

Bukan Kantor Perwakilan, Ini Lima Tugas BI di IKN

Unit kerja Bank Indonesia di IKN bernama Sekretariat Kerja Bersama Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Ibu Kota Negara (SKB Koper IKN).

Secara kelembagaan, unit ini diatur melalui Peraturan Dewan Gubernur (PDG) dan berada di bawah Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola (DMSK) BI Pusat. Dengan demikian, SKB Koper IKN bukan berstatus Kantor Perwakilan (KPw) seperti kantor BI di daerah.

Struktur kerjanya mencakup fungsi logistik, dukungan operasional, dan pengelolaan keuangan. Untuk menjaga kelancaran aktivitas harian, pegawai ditempatkan secara bergantian atau sistem shift dengan masa penugasan berkala sekitar 1,5 bulan.

Dalam menjalankan mandatnya, SKB Koper IKN memiliki lima tugas pokok, yakni:

- Mitra strategis, menunjukkan kehadiran fisik BI sekaligus menjadi mitra strategis bagi Otorita IKN (OIKN) dan kementerian/lembaga.

- Fasilitasi Rapat Dewan Gubernur (RDG), mendukung penyelenggaraan rapat secara hybrid apabila terdapat anggota Dewan Gubernur yang sedang bertugas di IKN.

- Koordinasi dan komunikasi kebijakan, memfasilitasi komunikasi serta koordinasi kebijakan BI bersama OIKN, khususnya Deputi Bidang Sosbud dan Pendanaan/Investasi, serta media massa.

- Layanan kas keliling dan pembayaran, mendukung kelancaran sistem pembayaran serta ketersediaan uang Rupiah pecahan kecil bagi masyarakat IKN melalui kerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

- Manajemen dan pemeliharaan operasional, mengelola aktivitas harian serta pemeliharaan sarana dan prasarana Kompleks Perkantoran BI di IKN.

Staf SKB Koper IKN Bank Indonesia, Ridwan, menjelaskan keberadaan unit kerja tersebut merupakan bagian dari pemenuhan amanat undang-undang sekaligus menjalankan fungsi strategis bank sentral di ibu kota negara.

"Dasarnya kami ada di sini karena sesuai amanat undang-undang bahwa kedudukan bank sentral itu ada di ibu kota negara. Di SKB Koper IKN ini kami menjalankan lima tugas pokok, mulai dari mitra strategis, fasilitasi RDG, koordinasi kebijakan, layanan kas keliling Rupiah, hingga pengelolaan Kompleks Perkantoran BI," terang Ridwan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami