Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bupati Cup 2026 Buleleng Jadi Ajang Seleksi Pemain Porprov

Senin, 5 Oktober 2026, 09:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bupati Cup 2026 Buleleng Jadi Ajang Seleksi Pemain Porprov.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kejuaraan Sepak Bola Bupati Cup 2026 kembali digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng pada 11–22 Oktober 2026 di Stadion Mayor Metra, Singaraja.

Turnamen yang diikuti delapan klub dari tiga kasta kompetisi internal PSSI Buleleng ini tidak hanya menjadi ajang persaingan antarklub, tetapi juga sarana pemantauan dan penjaringan pemain potensial untuk diproyeksikan memperkuat Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan penyelenggaraan Bupati Cup merupakan bagian dari program kerja Askab PSSI Buleleng sekaligus tindak lanjut arahan KONI Buleleng untuk memantau potensi pemain lokal.

“Sesuai dengan arahan dan program KONI, setiap tahun kami menjalankan program Kejuaraan Bupati Cup ini. Dari undangan yang kami sebar, ada 4 klub Liga 1, 2 klub Liga 2, dan 2 klub Liga 3 yang menyatakan siap bertanding,” kata Suyasa, Minggu (4/10/2026).

Delapan klub yang dipastikan mengikuti Bupati Cup 2026 terdiri dari empat klub Liga 1, yakni Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon.

Dari Liga 2, terdapat Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan. Sementara Liga 3 diwakili Intan Jaya FC Celukan Bawang dan Sukla Bali FC Sumberklampok.

Menurut Suyasa, tim pemandu bakat juga melakukan pemantauan terhadap turnamen independen yang diselenggarakan komunitas maupun kelompok masyarakat. Namun, Bupati Cup tetap menjadi salah satu barometer utama dalam proses seleksi pemain untuk tim daerah Buleleng.

Pelibatan klub dari tiga kasta kompetisi dilakukan agar pencarian pemain tidak hanya terfokus pada Liga 1. Pemain potensial dari Liga 2 dan Liga 3 juga diberikan kesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan tim pemantau bakat.

“Kami tidak ingin membatasi hanya untuk Liga 1. Jangan-jangan ada pemain yang sangat potensial di Liga 2 dan Liga 3 yang justru luput jika tidak diundang. Melibatkan mereka membuat jangkauan pencarian bakat kami lebih luas,” jelasnya.

Suyasa menilai kualitas teknis pemain dari klub-klub papan atas di tiga kasta tersebut tidak terpaut terlalu jauh. Karena itu, hasil pertandingan juga akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kualitas pemain dan pembinaan klub.

Selain menjaring pemain untuk Porprov Bali, Bupati Cup 2026 juga menjadi kesempatan bagi klub internal PSSI Buleleng untuk mengevaluasi konsistensi pembinaan pemain.

Apabila klub Liga 2 atau Liga 3 mampu mengalahkan klub Liga 1, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembinaan di masing-masing klub.

“Kalau nanti ada klub Liga 1 yang justru kalah dari klub Liga 2 atau Liga 3, itu menjadi tamparan gengsi. Artinya proses pembinaan di klub tersebut kurang kontinu. Ini jadi evaluasi penting bagi klub-klub kasta utama agar tidak mengendurkan pola pembinaan,” ujarnya.

Meski demikian, Suyasa menegaskan tujuan utama Bupati Cup bukan sekadar persaingan antarklub, melainkan mendapatkan pemain-pemain terbaik yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat Buleleng di ajang Porprov Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami