Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




WNA Portugal Dikeroyok di Pecatu, Diminta Rp20 Juta

Senin, 5 Oktober 2026, 20:47 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/WNA Portugal Dikeroyok di Pecatu, Diminta Rp20 Juta.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Seorang warga negara asing (WNA) asal Portugal, Salvador Teixeire Gomes (23), menjadi korban pengeroyokan, pemerasan hingga perusakan kendaraan di Jalan Buana Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 03.00 WITA tersebut viral di media sosial dan telah dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH mengatakan, saat kejadian Salvador bersama teman perempuannya, Paulina MJ (31), warga negara Polandia.

Peristiwa bermula ketika Salvador mengendarai mobil Honda HR-V bersama empat rekannya melintas di sekitar Jalan Suarga Padang Padang.

Di tengah perjalanan, Salvador sempat membunyikan klakson untuk mendahului tiga orang yang berkendara di depannya. Suara klakson tersebut diduga membuat para pengendara kaget.

Diduga tidak terima diklakson dan didahului, para pelaku bersama kelompoknya kemudian membuntuti kendaraan korban hingga ke Jalan Buana Sari. "Para pelaku mengejar korban," ujarnya.

Setelah mendekat, para pelaku langsung mengamuk dan melemparkan batu ke arah mobil korban. Akibatnya, kaca kendaraan pecah dan mengalami kerusakan.

Usai pelemparan batu, para pelaku dan korban terlibat adu mulut. Dalam situasi tersebut, para pelaku kemudian meminta uang ganti rugi sebesar Rp20 juta dengan alasan salah satu dari mereka telah tertabrak mobil korban.

Merasa diperas, Salvador menolak memberikan uang tersebut. Korban juga merasa tidak pernah menabrak siapa pun.

Situasi kemudian memanas saat rekan korban membuka kaca jendela mobil sebelah kanan. Para pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah Salvador dan Paulina.

Aksi pemukulan tersebut kemudian diredam anggota Pecalang Desa Adat Pecatu dan Linmas yang mendatangi lokasi. Sebelumnya, petugas pecalang menerima laporan dari pihak keamanan Pantai Bingin.

"Namun melihat pecalang datang, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi," ungkapnya.

Anggota pecalang yang berada di lokasi juga memastikan tidak ada korban tabrakan sebagaimana yang dituduhkan oleh para pelaku.

Selanjutnya, petugas pecalang mengantar Salvador dan Paulina ke Klinik Pratama Nusa Medica untuk mendapatkan perawatan medis atas luka-luka yang dialami.

Iptu Gede Adhi mengatakan, kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan. Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.

"Kejadian pengeroyokan dan perusakan ini masih didalami," bebernya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami