Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Saat Warga Muslim Ikut Mengarak Tragtag Bade di Keramas
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemandangan berbeda terlihat dalam upacara ngaben atau pelebon almarhum Gusti Agung Made Sita di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (4/10/2026).
Di tengah rangkaian tradisi Hindu Bali, warga Muslim Kampung Sindu tampak ikut bergotong royong bersama masyarakat setempat. Mereka terlibat dalam prosesi pelebon yang berlangsung dari kediaman Puri Saren Kauh menuju Setra atau tempat pemakaman.
Warga Muslim Kampung Sindu ikut mengarak tragtag, yakni tangga bambu yang digunakan dalam prosesi naik dan turunnya jenazah pada menara bade. Keterlibatan tersebut menjadi gambaran kuatnya hubungan sosial lintas agama yang telah terjalin di Desa Keramas.
Tokoh warga Keramas, Gusti Agung Dharmada, mengatakan keikutsertaan warga Muslim Kampung Sindu merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung sejak lama.
"Hubungan erat antara warga Muslim Kampung Sindu dan Puri Keramas ini bukan hal baru, melainkan tradisi yang sudah terajut kuat sejak tahun 1856," ujar Gusti Agung Dharmada.
Hubungan tersebut memiliki akar sejarah yang panjang. Sekitar ratusan tahun lalu, enam kepala keluarga yang menjadi leluhur warga Kampung Sindu disebut menyertai perjalanan tokoh Puri, Ida I Gusti Agung Made Moning, dari Lombok menuju Keramas.
Sebagai bentuk pengayoman dan ikatan kekeluargaan, pihak Puri kemudian memberikan lahan pekarangan atau catu kepada masing-masing keluarga seluas 30 are. Pihak Puri juga mendirikan tempat ibadah berupa langgar bagi warga Muslim.
Tempat ibadah tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu masjid tertua di Bali. Jejak sejarah tersebut hingga kini menjadi bagian dari hubungan sosial antara warga Muslim Kampung Sindu dengan keluarga besar Puri Keramas.
Hubungan itu juga terus dirawat melalui keterlibatan bersama dalam kegiatan adat dan keagamaan. Warga Muslim Kampung Sindu tetap dilibatkan ketika Puri Keramas menggelar berbagai kegiatan adat maupun upacara keagamaan.
Bagi masyarakat setempat, hubungan tersebut tidak hanya sebatas keikutsertaan dalam kegiatan, tetapi telah berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang berlangsung lintas generasi.
"Hubungan kami bersama warga Muslim, saling mengundang. Kalau ada Puri atau warga kampung yang punya gawe (kegiatan adat, red)," terang dia.
Keterlibatan warga Muslim Kampung Sindu dalam prosesi pelebon di Keramas menunjukkan bagaimana tradisi gotong royong dan hubungan sosial dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat dengan latar belakang keyakinan berbeda. Di Desa Keramas, toleransi tersebut terus hidup melalui kebersamaan dalam kehidupan adat dan sosial masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1390 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1208 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 630 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 546 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung