Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Insentif MBG di Buleleng Rp2.000 per Porsi Mulai Berlaku

Selasa, 6 Oktober 2026, 17:58 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Insentif MBG di Buleleng Rp2.000 per Porsi Mulai Berlaku.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng mulai menerapkan penyesuaian insentif program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp2.000 per porsi. Kebijakan tersebut berlaku sejak Senin (5/10/2026) setelah BGN menerima surat edaran mengenai perubahan nominal insentif.

Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, mengatakan sebelumnya insentif yang diberikan maksimal Rp6 juta per hari untuk setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kini, besaran insentif disesuaikan menjadi Rp2.000 per porsi atau ompreng. Ketentuan tersebut berlaku untuk MBG yang disalurkan ke sekolah maupun kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu menyusui, balita, dan kelompok penerima manfaat lainnya.

“Sudah mulai kami laksanakan sejak tanggal 5 Oktober. Kami melakukan penyesuaian sesuai surat edaran yang kami terima,” kata Rusdianto.

Menurut Rusdianto, pembayaran insentif dilakukan setiap hari. Besaran yang diterima setiap SPPG berbeda karena dihitung berdasarkan jumlah porsi yang benar-benar didistribusikan dan memenuhi ketentuan.

Tidak seluruh porsi yang disiapkan otomatis menjadi dasar pembayaran. Porsi yang tidak dikonsumsi maupun makanan yang kondisinya tidak baik tidak dihitung dalam pembayaran insentif. “Yang dibayarkan adalah yang dikonsumsi dalam keadaan baik,” ujarnya.

Makanan yang rusak atau mengalami kontaminasi juga tidak masuk dalam perhitungan. Sementara makanan yang tidak dikonsumsi dapat dilakukan penyesuaian apabila terdapat bukti bahwa makanan tersebut memang tidak dikonsumsi dan dapat segera dikembalikan.

Sekolah juga diwajibkan segera melakukan konfirmasi apabila terdapat makanan yang tidak dikonsumsi atau kondisinya tidak baik. Makanan yang tidak layak akan ditarik, sedangkan makanan yang masih layak tetapi belum dikonsumsi dapat dialihkan kepada penerima lain yang membutuhkan agar tidak terbuang.

Hari Pertama Seluruh Porsi Terserap

Pada penerapan awal, Rusdianto menyebut hasil pengecekan pada hari pertama menunjukkan seluruh porsi MBG yang didistribusikan masih terserap. Dengan kondisi tersebut, belum ada penyesuaian pembayaran akibat adanya porsi yang tidak terserap.

Pelaksanaan program MBG di Buleleng saat ini didukung 41 SPPG yang telah beroperasi. Selain itu, terdapat lima SPPG yang sudah terbangun tetapi masih berstatus on hold atau menunggu untuk beroperasi.

Khusus September 2026, sebanyak 40 SPPG masuk dalam rekap operasional. Jumlah distribusi pada periode tersebut berfluktuasi, dengan jumlah tertinggi mencapai sekitar 101.039 porsi dalam sehari.

Beberapa SPPG memiliki jumlah distribusi cukup besar. SPPG Buleleng Tejakula dan SPPG Buleleng Sukasada, misalnya, pada kondisi tertentu dapat mendistribusikan sekitar 3.000 hingga 3.600 porsi.

Rusdianto menegaskan insentif Rp2.000 per porsi berada di luar biaya operasional produksi. Komponen operasional seperti listrik dan air memiliki anggaran tersendiri.

Sementara itu, terkait informasi perubahan model penyajian MBG menjadi prasmanan, BGN Buleleng belum menerapkannya. Pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pimpinan.

“Untuk itu kami belum menerima petunjuk lebih lanjut. Kami masih menunggu informasi dari pimpinan,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami