Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Amed Tak Sekadar Wisata Bahari
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kawasan Amed di Kabupaten Karangasem masih menjadi salah satu pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana alam berbeda dari kawasan pariwisata lainnya di Bali.
Wisatawan mancanegara asal Eropa dan Australia masih mendominasi kunjungan ke Amed. Di sisi lain, wisatawan domestik dari Pulau Jawa maupun sejumlah daerah di Bali mulai memilih kawasan tersebut sebagai tujuan berlibur.
General Manager Anda Amed, Ketut Susiadi, mengatakan Amed memiliki karakteristik yang unik karena menawarkan beragam daya tarik dalam satu kawasan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Amed tidak hanya mencari aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving. Bentang alam berupa laut, pegunungan, hingga persawahan memberikan pilihan aktivitas yang lebih beragam.
“Di Amed ada view laut, view gunung, dan juga view sawah. Jadi tamu tidak hanya menikmati destinasi di laut, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lain seperti trekking maupun mengunjungi pura,” ujar Ketut Susiadi.
Dari karakter wisatawan, tamu yang datang ke Amed saat ini lebih banyak berasal dari kalangan keluarga. Komposisinya diperkirakan mencapai sekitar 60 persen keluarga dan 40 persen pasangan atau couple.
Wisatawan keluarga umumnya ingin memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk mengenal alam dan budaya Bali secara langsung.
“Misalnya mengajak anak-anak snorkeling, melihat keunikan dan kearifan lokal di Amed. Jadi interest mereka lebih kepada destinasi yang ada di Amed, bukan semata-mata mencari fasilitas vila,” jelasnya.
Lama Tinggal Wisatawan di Amed
Namun, jarak Amed yang cukup jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut memengaruhi lama tinggal wisatawan. Rata-rata wisatawan menginap sekitar dua hari.
Sebagian wisatawan bahkan menjadikan Amed sebagai lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan lain, termasuk Gili maupun Padangbai.
“Ada juga yang hanya satu hari. Misalnya dari Amed kemudian ke Padangbai, atau dari Padangbai menginap di sini kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara,” terangnya.
Sementara itu, wisatawan yang datang kembali atau repeater tetap ada. Namun, sebagian besar melakukan pemesanan kembali melalui platform Online Travel Agent (OTA).
Dengan pilihan aktivitas yang beragam, mulai dari wisata bahari, trekking, menikmati persawahan hingga mengenal kehidupan dan budaya masyarakat setempat, Amed dinilai memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman di Bali Timur.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1427 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 527 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung