Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Amed Tak Sekadar Wisata Bahari

Selasa, 6 Oktober 2026, 23:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Amed Tak Sekadar Wisata Bahari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Kawasan Amed di Kabupaten Karangasem masih menjadi salah satu pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana alam berbeda dari kawasan pariwisata lainnya di Bali.

Wisatawan mancanegara asal Eropa dan Australia masih mendominasi kunjungan ke Amed. Di sisi lain, wisatawan domestik dari Pulau Jawa maupun sejumlah daerah di Bali mulai memilih kawasan tersebut sebagai tujuan berlibur.

General Manager Anda Amed, Ketut Susiadi, mengatakan Amed memiliki karakteristik yang unik karena menawarkan beragam daya tarik dalam satu kawasan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Amed tidak hanya mencari aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving. Bentang alam berupa laut, pegunungan, hingga persawahan memberikan pilihan aktivitas yang lebih beragam.

“Di Amed ada view laut, view gunung, dan juga view sawah. Jadi tamu tidak hanya menikmati destinasi di laut, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lain seperti trekking maupun mengunjungi pura,” ujar Ketut Susiadi.

Dari karakter wisatawan, tamu yang datang ke Amed saat ini lebih banyak berasal dari kalangan keluarga. Komposisinya diperkirakan mencapai sekitar 60 persen keluarga dan 40 persen pasangan atau couple.

Wisatawan keluarga umumnya ingin memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk mengenal alam dan budaya Bali secara langsung.

“Misalnya mengajak anak-anak snorkeling, melihat keunikan dan kearifan lokal di Amed. Jadi interest mereka lebih kepada destinasi yang ada di Amed, bukan semata-mata mencari fasilitas vila,” jelasnya.

Lama Tinggal Wisatawan di Amed

Namun, jarak Amed yang cukup jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut memengaruhi lama tinggal wisatawan. Rata-rata wisatawan menginap sekitar dua hari.

Sebagian wisatawan bahkan menjadikan Amed sebagai lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan lain, termasuk Gili maupun Padangbai.

“Ada juga yang hanya satu hari. Misalnya dari Amed kemudian ke Padangbai, atau dari Padangbai menginap di sini kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara,” terangnya.

Sementara itu, wisatawan yang datang kembali atau repeater tetap ada. Namun, sebagian besar melakukan pemesanan kembali melalui platform Online Travel Agent (OTA).

Dengan pilihan aktivitas yang beragam, mulai dari wisata bahari, trekking, menikmati persawahan hingga mengenal kehidupan dan budaya masyarakat setempat, Amed dinilai memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman di Bali Timur.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami