Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




GOR Bhuana Patra Dinilai Tak Lagi Representatif, Buleleng Didorong Bangun Stadion

Rabu, 7 Oktober 2026, 12:58 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/GOR Bhuana Patra Dinilai Tak Lagi Representatif, Buleleng Didorong Bangun Stadion.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

GOR Bhuana Patra Singaraja dinilai tak lagi representatif untuk menampung kegiatan olahraga dengan jumlah peserta dan penonton yang besar. Kondisi tersebut disoroti Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana saat menghadiri penutupan KMS Soekarno Cup XIII, Selasa (6/10/2026) malam.

Kariyasa menilai persoalan utama terlihat dari kapasitas gedung yang tidak lagi sebanding dengan antusiasme masyarakat. Selain daya tampung, aspek keamanan juga perlu menjadi perhatian ketika kegiatan olahraga diikuti banyak peserta dan disaksikan penonton dalam jumlah besar.

"Ini menjadi catatan bagi kita semua bahwa ternyata stadion ini memang kurang representatif. Ke depan dengan begitu antusiasnya, ini harus dibuatkan beberapa wadah stadion yang representatif untuk kegiatan-kegiatan olahraga," kata Kariyasa.

Menurut Kariyasa, kondisi GOR Bhuana Patra menjadi gambaran semakin besarnya kebutuhan fasilitas olahraga di Kabupaten Buleleng. Terlebih, olahraga dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi sekaligus mengembangkan potensi.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat pembangunan infrastruktur olahraga. Fasilitas yang layak dinilai penting tidak hanya untuk menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga menyediakan ruang bagi anak muda untuk beraktivitas secara positif.

"Kalau kita inginkan nanti ke depan untuk memberikan kemajuan bidang olahraga dan memberikan ruang bagi anak muda, kita harus dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, menyediakan infrastruktur yang layak," ujarnya.

Selain pembangunan fasilitas, Kariyasa meminta pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Penjaringan dan pembinaan bibit atlet dinilai dapat dimulai sejak tingkat SMP hingga SMA.

Kompetisi seperti KMS Soekarno Cup juga dapat menjadi salah satu wadah untuk melihat potensi atlet muda, khususnya pada cabang olahraga futsal.

"Pemerintah daerah harus melakukan suatu pembinaan dari tingkat bawah, dari SMP, SMA, sehingga nantinya akan muncul atlet-atlet yang handal, terutama untuk kegiatan futsal ini," katanya.

Kariyasa juga membuka peluang dukungan bagi atlet Buleleng yang mampu menunjukkan prestasi. Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk pembinaan maupun akses pendidikan bagi atlet yang dinilai memiliki potensi.

Menurutnya, pengembangan olahraga di Buleleng perlu berjalan beriringan antara ketersediaan fasilitas, kompetisi, dan pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami