Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Empat Warga Sudaji Digigit Anjing, Sampel Otak Dikirim ke Balai Veteriner

Rabu, 7 Oktober 2026, 17:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Empat Warga Sudaji Digigit Anjing, Sampel Otak Dikirim ke Balai Veteriner.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Empat warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, menjadi korban gigitan anjing pada 5 dan 6 Oktober 2026. Para korban telah mendapat penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, kejadian pertama berlangsung pada 5 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu, anjing milik Made Jana keluar dari pekarangan rumah karena pintu gerbang dalam kondisi terbuka. Anjing tersebut kemudian menggigit dua warga, yakni Ketut Labek (77) dan Wira Putra (27), pada bagian kaki kanan. Kedua korban saat itu tengah berjalan melewati gang di sekitar rumah pemilik anjing.

Pada 6 Oktober 2026, anjing berwarna cokelat-putih tersebut kembali menggigit warga lainnya. Dua korban yang disebutkan adalah Ketut Rinten (76) yang mengalami gigitan pada kaki kiri dan Ni Komang Tria Intan Sanjiwani (12) pada bagian betis kiri.

Keempat korban, kata Melandrat, telah dilarikan ke Puskesmas Sawan serta RSUD Giri Emas untuk mendapatkan perawatan luka dan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Pasca menerima laporan kasus gigitan anjing tersebut, kami langsung menerjunkan Tim Siaga Rabies (Tisira). Anjing tersebut telah dieliminasi dan diambil sampel otaknya. Sampelnya sudah dikirim ke Balai Veteriner Denpasar," jelas Melandrat.

Sementara itu, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Balai Veteriner Denpasar untuk memastikan apakah anjing tersebut terjangkit rabies atau tidak.

Selain menunggu hasil pemeriksaan, pihak desa juga menindaklanjuti laporan warga mengenai adanya anjing lain yang sempat berkelahi atau melakukan kontak dengan anjing yang menggigit warga tersebut.

"Kami telusuri anjing lain yang sempat kontak dengan anjing ini, untuk mencegah penularan rabies," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami