Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
KUR BRI Dorong Tukang Batu Alam Kembangkan Ternak
BERITABALI.COM, BANGLI.
Bekerja sebagai tukang batu alam tidak menghalangi pekerja di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, untuk mengembangkan usaha peternakan di rumah. Dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, sejumlah pekerja mengembangkan usaha sapi dan babi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Salah satunya Wayan Budiasa. Selain bekerja sebagai tukang batu alam, Budiasa menjalankan usaha pertanian dan peternakan di rumah untuk menopang kebutuhan keluarga.
Budiasa memanfaatkan KUR BRI sebanyak tiga kali. Pada pembiayaan pertama, ia memperoleh sekitar Rp25 juta, kemudian masing-masing sekitar Rp50 juta pada pembiayaan berikutnya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bibit sapi dan mengembangkan usaha peternakan.
“Yang pertama untuk usaha beli sapi, yang kedua untuk membeli dan memelihara babi,” ujarnya.
I Nengah Mudiarsa, pemilik usaha batu alam, mengatakan dirinya mendorong para pekerja untuk memiliki usaha produktif di luar pekerjaan utama. Menurutnya, peternakan dapat menjadi pilihan usaha sampingan karena bisa dikelola di rumah tanpa mengganggu pekerjaan sebagai tukang.
“Kalau punya usaha sambilan, penghasilan jangan sampai habis untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa disisihkan untuk usaha, misalnya ternak,” ujar Mudiarsa.
Para pekerja di tempatnya pun telah memanfaatkan KUR BRI untuk membeli bibit ternak. Bahkan, terdapat pekerja yang telah mengakses pembiayaan hingga tiga kali dengan nilai yang disesuaikan kebutuhan usahanya.
Bagi Budiasa, usaha pertanian dan peternakan menjadi sumber pendapatan tambahan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
“Selain kerja di sini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban anak-anak,” kata Budiasa.
Saat ini Budiasa lebih fokus memelihara sapi. Sebelumnya, ia juga sempat memelihara babi, namun memilih berhenti sementara dan menjaga kebersihan kandang. Sementara sapi tetap dipelihara hingga mencapai ukuran yang siap dijual.
Salah satu sapi betina yang dipeliharanya pernah terjual sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta. Hasil usaha ternak tersebut kemudian digunakan kembali untuk mengembangkan usaha sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Baginya, peternakan menjadi usaha sampingan yang dapat memberikan tambahan penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
“Kalau untuk sambilan, sudah dapat untung dari harga jualnya, pakan sudah terganti, sisanya untuk kebutuhan keluarga,” kata pria tiga anak itu.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil memanfaatkan akses pembiayaan secara produktif untuk mengembangkan usaha.
Menurutnya, KUR BRI dapat menjadi pengungkit bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki, termasuk sektor peternakan rakyat.
Baca juga:
Gerabah Tradisional di Kapal Tetap Bertahan, KUR BRI Perkuat Perajin Menjaga Tradisi Pengabenan Bali
“Pembiayaan KUR kami dorong untuk digunakan secara produktif, sehingga tidak hanya membantu menambah modal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Hery.
Kisah Budiasa menunjukkan pemanfaatan KUR dapat diarahkan untuk usaha produktif yang mendukung ekonomi kerakyatan. Dengan pembiayaan yang dimanfaatkan secara bertahap, usaha peternakan menjadi salah satu aset produktif yang dapat membantu memperkuat pendapatan keluarga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1468 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1236 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 685 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 577 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung