Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Relokasi PKL Jalan Tasbih di Buleleng Batal, Pedagang Pilih Tetap Berjualan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rencana relokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tasbih, Kecamatan Buleleng, selama pengerjaan drainase dan trotoar batal dilakukan. Para pedagang memilih tetap berjualan di lokasi hingga proyek penataan selesai.
Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng sebelumnya telah menyiapkan lokasi relokasi sementara di kawasan Jalan Angsoka, Melur, dan Seruni.
Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Ketut Mas Angarta Tenaya, mengatakan lokasi tersebut disiapkan untuk menampung 40 lapak. Fasilitas listrik dan air juga telah tersedia.
Baca juga:
Relokasi 700 Kapal Ikan ke Pengambengan Dimulai 2027, Benoa Fokus Jadi Marina Internasional
“Sudah kami siapkan lapaknya, fasilitas listrik dan air juga sudah ada,” kata Mas Angarta, ditemui Kamis (8/10).
Menurut Mas Angarta, rencana relokasi sementara sebelumnya telah mendapat persetujuan dari para pedagang. Perumda bahkan melakukan pengundian nomor lapak untuk memastikan pembagian tempat berlangsung adil dan tidak terjadi tumpang tindih.
Namun, belakangan pedagang menolak rencana relokasi tersebut. Mereka khawatir tidak diperbolehkan kembali berjualan di sepanjang Jalan Tasbih setelah pengerjaan drainase dan trotoar selesai.
"Padahal relokasi ini sifatnya sementara. Pedagang tetap diperbolehkan kembali berjualan setelah pengerjaan selesai. Bahkan kami siap membuat surat pernyataan untuk memastikan hal tersebut. Namun mereka tetap menolak untuk direlokasi sementara," ungkapnya.
Proyek Drainase dan Trotoar Dikerjakan Bertahap
Karena pedagang memilih tetap bertahan di Jalan Tasbih, Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng kemudian berkoordinasi dengan Dinas PUPR Perkim Buleleng.
Hasil koordinasi tersebut menyepakati pengerjaan drainase dan trotoar dilakukan secara bertahap. Skema ini diterapkan agar aktivitas perdagangan para PKL tetap dapat berjalan selama proyek berlangsung.
"Mengingat mereka menolak direlokasi sementara, proses pengerjaan penataan tentu jadi terhambat. Terjadi kemacetan juga. Namun karena ini permintaan mereka, ya kami hanya bisa menyesuaikan," jelasnya.
Proyek penataan trotoar dan saluran drainase di Jalan Tasbih ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1490 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1248 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 699 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 583 Kali
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 565 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung