Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Relokasi PKL Jalan Tasbih di Buleleng Batal, Pedagang Pilih Tetap Berjualan

Kamis, 8 Oktober 2026, 13:47 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Relokasi PKL Jalan Tasbih di Buleleng Batal, Pedagang Pilih Tetap Berjualan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Rencana relokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tasbih, Kecamatan Buleleng, selama pengerjaan drainase dan trotoar batal dilakukan. Para pedagang memilih tetap berjualan di lokasi hingga proyek penataan selesai.

Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng sebelumnya telah menyiapkan lokasi relokasi sementara di kawasan Jalan Angsoka, Melur, dan Seruni.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Ketut Mas Angarta Tenaya, mengatakan lokasi tersebut disiapkan untuk menampung 40 lapak. Fasilitas listrik dan air juga telah tersedia.

“Sudah kami siapkan lapaknya, fasilitas listrik dan air juga sudah ada,” kata Mas Angarta, ditemui Kamis (8/10).

Menurut Mas Angarta, rencana relokasi sementara sebelumnya telah mendapat persetujuan dari para pedagang. Perumda bahkan melakukan pengundian nomor lapak untuk memastikan pembagian tempat berlangsung adil dan tidak terjadi tumpang tindih.

Namun, belakangan pedagang menolak rencana relokasi tersebut. Mereka khawatir tidak diperbolehkan kembali berjualan di sepanjang Jalan Tasbih setelah pengerjaan drainase dan trotoar selesai.

"Padahal relokasi ini sifatnya sementara. Pedagang tetap diperbolehkan kembali berjualan  setelah pengerjaan selesai. Bahkan kami siap membuat surat pernyataan untuk memastikan hal tersebut. Namun mereka tetap menolak untuk direlokasi sementara," ungkapnya.

Proyek Drainase dan Trotoar Dikerjakan Bertahap

Karena pedagang memilih tetap bertahan di Jalan Tasbih, Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng kemudian berkoordinasi dengan Dinas PUPR Perkim Buleleng.

Hasil koordinasi tersebut menyepakati pengerjaan drainase dan trotoar dilakukan secara bertahap. Skema ini diterapkan agar aktivitas perdagangan para PKL tetap dapat berjalan selama proyek berlangsung.

"Mengingat mereka menolak direlokasi sementara, proses pengerjaan penataan tentu jadi terhambat. Terjadi kemacetan juga. Namun karena ini permintaan mereka, ya kami hanya bisa menyesuaikan," jelasnya.

Proyek penataan trotoar dan saluran drainase di Jalan Tasbih ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami