Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Antrean BBM Mengular di Kuta Selatan, Ini Penyebabnya

Kamis, 8 Oktober 2026, 22:18 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Antrean BBM Mengular di Kuta Selatan, Ini Penyebabnya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Kuta Selatan, Badung, dipengaruhi sejumlah faktor.

Salah satunya pengurangan jatah pasokan BBM untuk setiap SPBU yang mencapai sekitar 30 hingga 40 persen. Selain itu, kapal pengangkut BBM disebut belum bersandar di Depo Pertamina Sanggaran.

Kondisi tersebut diketahui setelah Polsek Kuta Selatan melakukan monitoring ketersediaan stok BBM di sejumlah SPBU wilayah hukum Polsek Kuta Selatan, Rabu 7 Oktober 2026 mulai pukul 09.00 WITA.

Monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean BBM di kawasan Kuta Selatan.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi kelangkaan dan antrean panjang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bervariasi," beber Kompol Husen dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Kamis 8 Oktober 2026.

Dari hasil pemantauan, sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, maupun Bio Solar. Namun, terdapat SPBU yang stok beberapa jenis BBM-nya telah kosong. Bahkan, satu SPBU di wilayah Jimbaran tercatat nihil beroperasi.

"Kondisi ini menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan secara berkala," ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, keterlambatan pasokan salah satunya dipengaruhi belum bersandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran.

Selain itu, pasokan BBM untuk wilayah Kuta Selatan yang berasal dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30 hingga 40 persen untuk setiap SPBU.

Pengurangan pasokan tersebut turut berdampak terhadap ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

"Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi," imbuh Kompol Husen didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH.

Polsek Kuta Selatan memastikan monitoring terhadap stok dan distribusi BBM akan terus dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi kelangkaan sekaligus menjaga situasi di lapangan tetap aman dan kondusif.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Warga diminta membeli dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan.

"Polsek Kuta Selatan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi BBM guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami