Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Antrean SPBU di Bali, Pertamina Percepat Distribusi BBM, Kapal Sandar 11 Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026, 10:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Antrean SPBU di Bali, Pertamina Percepat Distribusi BBM, Kapal Sandar 11 Oktober.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

PT Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan dan mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali untuk memulihkan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Langkah ini dilakukan menyusul antrean BBM di sejumlah SPBU serta untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan menggunakan energi secara bijak.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli BBM untuk diperjualbelikan kembali. Kami mohon dukungan dari berbagai pihak, baik aparat penegak hukum maupun dinas terkait, untuk memberikan hak utama kepada masyarakat yang menggunakan langsung, bukan yang diperjualbelikan kembali," ungkap Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Kamis (08/10/2026) malam.

Penanganan antrean dilakukan melalui pengoperasian terminal BBM selama 24 jam, pemetaan SPBU prioritas, serta penyiapan cadangan stok atau build up stock untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi pada akhir tahun.

Kapal BBM Dijadwalkan Sandar 11 Oktober

Pertamina terus memantau pengiriman BBM melalui jalur laut dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan risiko pelayaran. Kapal pengangkut BBM dijadwalkan kembali sandar di pelabuhan pada 11 Oktober 2026.

"Untuk mempercepat penyaluran begitu kapal tiba dan membongkar muatan, dua terminal BBM utama di Pulau Bali—yakni Terminal Manggis di Karang Asem dan Terminal Sanggaran—dioperasikan penuh selama 24 jam," ujarnya.

Setelah muatan kapal dibongkar, BBM akan segera disalurkan ke lembaga penyalur resmi dengan memprioritaskan SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.

Prioritas distribusi diberikan kepada SPBU di pusat kota dan sejumlah titik strategis yang mendukung mobilitas masyarakat, termasuk kawasan sekitar terminal, bandara, dan stasiun.

Percepatan penyaluran tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memulihkan pelayanan SPBU agar kembali berjalan normal.

Pertamina Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM Akhir Tahun

Selain mempercepat distribusi harian, Pertamina mengawasi penyerapan BBM bersubsidi di Bali agar ketersediaannya tetap terjaga hingga akhir tahun, 31 Desember 2026.

Pengendalian konsumsi dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini juga bertujuan menjaga beban subsidi negara agar tidak melampaui perencanaan.

Sebagai destinasi wisata utama, Bali diperkirakan mengalami peningkatan konsumsi BBM pada Desember 2026. Kenaikan permintaan dipengaruhi masa puncak kunjungan wisatawan dan mobilitas masyarakat saat libur sekolah, Natal, serta Tahun Baru.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina mulai menyiapkan cadangan stok secara bertahap. Strategi build up stock ini ditujukan untuk menjaga ketahanan pasokan BBM di seluruh wilayah Bali ketika permintaan meningkat.

Realisasi Pertalite Bali Diproyeksikan Melampaui Kuota

Berdasarkan data Pertamina, realisasi konsumsi Pertalite di Bali hingga 30 September 2026 masih berada 1,1 persen di bawah kuota. Namun, jika tidak dilakukan pengendalian konsumsi hingga 31 Desember 2026, realisasi diproyeksikan melampaui kuota sebesar 0,7 persen.

Kuota Pertalite Bali untuk 2026 ditetapkan sebesar 5.667.778 kiloliter. Tanpa upaya pengendalian, konsumsi diperkirakan mencapai 5.709.148 kiloliter, atau melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, realisasi konsumsi Pertalite hingga 30 September 2026 tercatat sebesar 4.239.187 kiloliter. Sebagai perbandingan, kuota Pertalite Bali pada 2025 berada di angka sekitar 6,2 juta kiloliter. Pada 2026, alokasi tersebut turun menjadi sekitar 5,6 juta kiloliter.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami