Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Buleleng Sakit, Ada yang Muntah Sebelum Konsumsi MBG

Jumat, 9 Oktober 2026, 12:23 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Buleleng Sakit, Ada yang Muntah Sebelum Konsumsi MBG.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, mengalami gejala sakit perut, muntah, dan diare. Tiga siswa di antaranya harus menjalani rawat inap di RSUD Buleleng dan RS Paramasidhi Singaraja. Penyebab gangguan kesehatan tersebut masih belum diketahui.

Kepala SDN 3 Banjar Jawa, I Putu Susila Darma, mengatakan laporan siswa mengalami gejala tersebut diterima secara bertahap sejak Selasa (6/10). Awalnya, sekolah menerima laporan seorang siswa mengalami sakit perut dan muntah.

Saat itu, muncul dugaan gejala tersebut berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh guru, siswa tersebut diketahui sudah muntah sebelum mengonsumsi MBG.

“Awalnya saya pikir berkaitan dengan MBG. Tetapi, setelah kami cek, anak itu memang sudah muntah sebelum menikmati MBG,” ujarnya.

Laporan serupa kembali diterima sekolah pada Selasa malam. Seorang siswa kelas IIIC dilaporkan mengalami sakit perut, muntah, dan pusing hingga harus dibawa orang tuanya ke instalasi gawat darurat (UGD).

"Dini hari sekitar jam 2, kami juga kembali menerima laporan siswa mengalami gejala yang sama," ungkap Susila, saat ditemui Jumat (9/10).

Laporan siswa dengan gejala serupa terus bertambah pada hari berikutnya. Hingga akhirnya, tercatat sebanyak 16 siswa mengalami sakit perut, muntah, dan diare. Dari jumlah tersebut, tiga siswa dilaporkan menjalani rawat inap di RSUD Buleleng dan RS Paramasidhi Singaraja.

Susila mengatakan, pihak sekolah belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Sebab, terdapat siswa yang mengonsumsi MBG tetapi tidak mengalami gejala, sementara siswa yang tidak mengonsumsi MBG justru mengalami keluhan serupa.

“Jadi, sampai sekarang kami belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya,” katanya.

Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), kelurahan, TNI-Polri, hingga Dinas Kesehatan Buleleng. Berdasarkan koordinasi itu, tim Dinas Kesehatan telah turun ke sekolah untuk melakukan asesmen, terutama terhadap kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah.

"Dicek kebersihan kamar mandi hingga kantin. Kalau misal nanti dari assesment ada yang perlu di evaluasi, kami siap evaluasi diri," terangnya.

Susila menyebut, pelaksanaan MBG di sekolah masih tetap berjalan setelah kejadian tersebut. Namun, prosedur operasional standar (SOP), terutama terkait kebersihan dan pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa, harus dipenuhi.

“Saat kejadian, kondisi MBG sebenarnya baik-baik saja. Tidak ditemukan ada makanan yang basi atau mentah. Setiap hari kami cek kondisi makanannya. Tapi kalau kasusnya masih terus bertambah, kami akan meminta MBG ditunda dulu,” tegasnya.

Selain pelaksanaan MBG, Susila juga menyoroti kebiasaan siswa membeli jajanan dari pedagang di luar lingkungan sekolah. Salah satunya es mambo yang dijual pedagang kaki lima (PKL).

Menurut Susila, pihak sekolah telah beberapa kali menertibkan pedagang yang berjualan di luar sekolah. Namun, pedagang tersebut kembali datang untuk berjualan. Karena itu, upaya yang dilakukan sekolah sejauh ini sebatas memberikan edukasi kepada siswa agar lebih berhati-hati dalam memilih jajanan.

Meski demikian, dugaan jajanan dari luar sekolah juga belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Pihak sekolah berharap hasil asesmen Dinas Kesehatan Buleleng dapat membantu mengidentifikasi faktor penyebab kejadian tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami